Selasa, 04 September 2012

Tanda - tanda Pubertas

Tanda - tanda Puber


Pubertas - Remaja adalah peralihan masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Masa remaja menurut WHO berkisar antara 12 sampai 24 tahun. Masa remaja diawali dengan periode transisi atau yang dikenal dengan Pubertas atau Puber. Setiap orang akan mengalami fase ini. Istilah yang sering dipakai untuk pubertas adalah akil balik. Pada masa pubertas terjadi perkembangan fisik dan psikis yang pesat yang kadang-kadang tidak dimengerti remaja. Seiring dengan perkembangan tersebut sering terjadi beberapa problem kesehatan pada remaja. Masalah-masalah tersebut dibahas pada artikel Masalah Kesehatan pada Remaja

Puber atau Pubertas adalah istilah untuk masa ketika seorang anak mengalami perubahan secara fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Pertumbuhan fisik terjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap anak berbeda-beda. Pada masa pubertas terjadi perubahan yang sangat mencolok dan membutuhkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial. Ketika seseorang mengalami pubertas maka ia dapat bereproduksi dan melanjutkan keturunan secara biologis, akan tetapi belum tentu siap untuk memiliki keturunan ditinjau dari aspek ekonomi dan psikologis. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah sedangkan pada perempuan ditandai dengan menstruasi yang pertama (menarche)


Pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi berfungsi untuk menghasilkan keturunan dan terjadi perubahan fisik. Hormon seks yang terdapat pada wanita adalah hormone estrogen dan progesterone sedangkan untuk anak laki-laki dipengaruhi oleh hormone testoteron. Pada sekitar 1950-an usia pubertas dimulai pada umur 15 tahun, namun sekarang sekitar 10-13 tahun. Hal ini berbeda-beda setiap orangnya. Faktor-faktor yang diduga menyebabkannya adalah faktor sosial ekonomi, iklim, jumlah anggota keluarga serta keadaan gizi yang semakin baik mempercepat kesiapan tubuh.



Pubertas pada Laki-laki


Pada laki-laki perubahan yang terjadi meliputi perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik ditandai dengan berkembangnya tanda-tanda kelamin skunder antara lain pertumbuhan bulu-bulu di ketiak, daerah sekitar kemaluan, kumis, jenggot, cambang, bulu dada, tumbuhnya jakun, suara menjadi besar dan berat, serta ditandai dengan berfungsinya alat reproduksi. Perubahan secara psikis antara lain timbulnya perhatian pada diri sendiri dan lawan jenis, ingin diakui kedewasaanya, tidak ingin tergantung pada orang lain dan sebagainya.

Di masyarakat sering kita dengar istilah puber kedua pada laki-laki. Istilah tersebut sebenarnya tidak ada. Istilah ini muncul karena berhubungan dengan factor gender. Pada usia 35-40 tahun seorang laki-laki merasa khawatir dengan daya tariknya kepada lawan jenis. Maka pada usia ini ia ingin menampakkan kembali kemampuannya untuk menampilkan daya tariknya terhadap lawan jenisnya.


Pubertas pada perempuan


Pada abad yang lalu menstruasi dimulai pada usia rata-rata 16 tahun. Sedangkan abad ini remaja perempuan mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun dan mengalami menarche pada rata-rata usia 12 tahun. Semakin hari usia menarche semakin dini. Pengaruh media yang memberikan informasi seksual yang semakin mudah juga mempengaruhi otak sehingga segera mengaktifkan hormon seksual.

Pada remaja perempuan perubahan fisik ditandai dengan bentuk tubuh yang berlekuk-lekuk, tumbuhnya payudara, kulit menjadi lebih halus, suara menjadi lebih lembut, tumbuhnya bulu-bulu di ketiak dan seputar kemaluan. Perubahan psikis yang terjadi misalnya menjadi lebih sensitive perasaannya, ingin diperhatikan lawan jenis, suka mematut diri di depan cermin dan lain-lain.

Perubahan-perubahan yang dialami perempuan pada masa pubertas
  • Tubuh menjadi lebih tinggi
  • Pinggul tambah lebar
  • Payudara mulai tumbuh
  • Di daerah-daerah tertentu seperti ketiak dan kemaluan mulai ditumbuhi rambut
  • Mulai mengalami haid

Dengan mengalami pubertas terjadi kematangan seksual yaitu alat-alat reproduksi sudah mulai berfungsi ( sel telur dan sel sperma sudah siap melakukan pembuahan ) sehingga sudah bisa melakukan reproduksi dan melanjutkan keturunan. Pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan tumbuhnya alat–alat kelamin sekunder sedangkan perempuan ditandai dengan menarche atau menstruasi yang pertama.

Perubahan-perubahan yang dialami tersebut diakibatkan oleh perubahan sisten hormone menuju kematangan seksual. Perubahan hormone itu juga mempengaruhi suasana hati. Cara berpikir remaja juga berubah karena perkembangan otak.


Komunikasikan Perubahan itu ke Orangtua


Reaksi tiap  remaja terhadap pubertas berbeda-beda mekanismenya, ada yang berdebar-debar, bingung atau biasa-biasa saja. Remaja kadang-kadang berdebar-debar melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya atau kadang-kadang merasa mali dan minder terhadap perubahan-perubahan ini dan merasa belum siap dan masih ingin menjadi anak-anak. Semua perasaan itu normal adanya.

Yang paling penting adalah selalu berusaha menjalin komunikasi terhadap orangtua. Cara mengkomunikasikan perubahan ini tergantung pada tipe kedua orangtua kita. Ada orangtua yang terbuka pada anaknya dalam masalah pendidikan seks sehingga anak mudah berterus terang perubahan yang dialaminya pada orangtua, bahkan orangtua memberikan informasi dan pengetahuan pada si anak tentang perubahan yang dialaminya.

Selain itu ada juga orangtua yang bersifat tertutup dan kurang terbuka pada anaknya serta menganggap masalah seks adalah masalah yang tabu untuk dibicarakan. Terhadap tipe orangtua yang demikian sebaiknya kita mengambil inisiatif mulai membuka percakapan dan menceritakan perubahan yang kita alami dengan mempertimbangkan saat yang tepat. Untuk anak perempuan komunikasikan terlebih dahulu pada ibu sedangkan remaja laki-laki ceritakan lebih dulu pada ayah bila merasa malu menceritakan kepada kedua orangtua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar