Selasa, 04 September 2012

ALLOPURINOL

Komposisi Allopurinol :
Tiap tablet mengandung alopurinol 100mg

Cara Kerja Obat :
 Alopurinol adalah obat penyakit pirai (gout) yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Alopurinol bekerja dengan menghambat enzim xantin oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat. Dalam tubuh Alopurinol mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang juga bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase. Mekanisme kerja senyawa ini berdasarkan katabolisme purin dan mengurangi produksi asam urat, tanpa mengganggu biosintesa purin.

Indikasi Allopurinol :
Gout dan hiperurisemia

Dosis Allopurinol :
Dosis awal 100mg sehari dan ditingkatkan setiap minggu sebesar 100mg sampai dicapai dosis optimal.
Dosis maksimal yang dianjurkan 800mg sehari.
Pasien dengan gangguan ginjal 100-200mg sehari.
Anak 6-10 tahun :
Bila disertai penyakit kanker; dosis maksimal 300mg sehari.
Anak dibawah 6 tahun :
Dosis maksimal 150mg sehari
Dosis tergantung individu, sebaiknya diminum sesudah makan. Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membatu penetapan dosis efektif minimum untuk memelihara kadar asam urat serum </= 7mg/dl pada pria dan </= 6mg/dlpada wanita

Peringatan dan Perhatian Allopurinol :
Hati-hati pada penderita yang hipersensitif dan wanita hamil.
Hindari penggunaan pada penderita dengan gagal ginjal atau penderita dengan hiperurisemia asimtomatik.
Hentikan pengobatan dengan alopurinol bila timbul kemerahan kulit atau demam.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak. Selama pengobatan dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, hentikan penggunaan bila terjadi gejala kerusakan lensa mata.
Penggunaan pada wanita hmil, hanya bila ada pertimbangan manfaat dibandingkan resikonya.
Alopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut sehingga sebaiknya obat antiinflamasi atau kolkisin diberikan bersama pada awal terapi.
Hati-hati bila diberikan bersama dengan vidarabin.

Efek Samping Allopurinol :
Reaksi hipersensitifitas : ruam makulopapular didahului pruritus, urtikaria, eksfolitif dan lesi purpura, dermatitis, nefritis, faskulitis dan sindrome polaartritis. Demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah, diare, rasa mengantuk, sakit kepala dan rasa logam.

Kontraindikasi Allopurinol :
Alergit terhadap alopurinol
Penderita dengan penyakit hati dan "bone marrow suppression".

Interaksi Obat Allopurinol :
Pemberian Alopurinol bersama dengan azatioprin, merkaptopurin atau siklofosfamid, dapat meningkatkan efek toksik dari obat tersebut.
Jangan diberikan bersama dengan garam besi dan obat diuretik golongan tiazida.
Dengan warfarin dapat menghambat metabolisme obat di hati.

Cara Penyimpanan Allopurinol :
Simpan di tempat sejuk dan kering


Sumber : INDOFARMA
              BEKASI-INDONESIA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar