Selasa, 04 September 2012

PIROXICAM

Komposisi Piroxicam :
Tiap kapsul mengandung peroksikam 10 mg.
Tiap kapsul mengandung peroksikam 20 mg.

Cara Kerja Obat Piroxicam :
Peroksikam adalah antiinflamasi non steroid yang mempunyai aktifitas antiinflamasi, analgesik dan antipiretik.
Aktifitas kerja peroksikan belum sepenuhnya diketahi, diperkirakan melalui interaksi beberapa tahap respon imun dan inflamasi, antara lain : penghambatan enzim siklo-oksigenase pada biosintesis prostaglandin, penghambatan agregasi netrofil dalam pembuluh darah, penghambatan migrasi polimorfonuklear (PMN) dan monosit ke daerah inflamsi.
Pada pemberian oral, peroksikam diabsorbsi dengan baik, berkaitan dengan protein plasma sebanyak 99%. Konsentrasi puncak dalam plasma tercapai 3-5 jam setelah pemberian dan waktu paruh kurang dari 50 jam.
Metabolisme terjadi dalam hati dan diekskresi terutama melalui urin, 5% diantaranya dalam bentuk utuh dalam urin dan feses.

Indikasi Piroxicam :
Terapi simptomatik rematoid arthritis, osteoarthritis, antikilosing spondilitis, gangguan muskoskeletal akut dan gout akut.

Dosis Piroxicam :
Dewasa :
Rhematoid Arthritis, Osteoartritis dan ankilosing spondilitis, dosis awal 20 mg dalam dosis tunggal. Lama pemakaian cukup 3 hari karena pemakaian lebih dari 3 hari tidak memberikan kemanfaatan dan mungkin ada efek samping yang dapat meningkatkan GOUT akut, 40 mg sehari dalam dosis  tunggal atau terbagi selama 4-6 hari.
Gangguan muskoskeletal akut, 40 mg sehari selama 2 hari dosis tunggal atau terbagi, selanjutnya 20 mg sehari selam 7-14 hari.
Dosis untuk anak belum diketahui

Peringatan dan Perhatian Piroxicam :
Tidak dianjurkan pemberian pada wanita hamil dan menyusui. Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan pencernaan, jantung, hipertensi, dan keadaan predisposisi retensi air, ginjal, dan hati.
Keamanan penggunaan untuk anak-anak belum diketahi dengan pasti.
Piroksikam berikatan dengan protein plasma dan menggantikan kedudukan ikatan albumin dengan obat lain, oleh karena itu penderita yang memakai antikoagulan oral, sulfonil urea atau hidantoin harus dimontor secara teliti.

Efek Samping Piroxicam :
Keluhan GI, misalnya epigastrik distress, nausea, gangguan abdominal atau nyeri, konstipasi, diare dan flatulen.
Kadang-kadang terjadi edema, pusing, sakit kepala, ruam kulit, pruritus, somnalen (mengantuk disertai turunnya kesadaran), penurunan hemoglobin dan hematokrit.

Kontraindikasi Piroxicam :
Penderita asma yang mempunyai riwayat tukak lambung, perforasi, atau peradangan lambung.
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Terhadap penderita yang mengalami bronkospasme, polip hidung, dan angiodema, apabila diberikan aspirin atau antiinflamasi non steroid lain.

Interaksi Obat Piroxicam :
Pemberian piroksikam bersama antikoagulan oral, sulfonil urea atau hidantoin harus hati-hati dan dimonitor. Aspirin dan piroksikam tidak boleh diberikan secara bersama-sama. Pemberian bersama-sama litium dan piroksikam akan meningkatkan kadar litium dalam darah.

Cara Penyimpanan Piroxicam :
Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering

Sumber : INDOFARMA
              BEKASI-INDONESIA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar