Tampilkan postingan dengan label Swamedikasi dan P3K. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Swamedikasi dan P3K. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Cara Pemilihan dan Mendapatkan Obat

Cara Pemilihan Obat :
Hal yang perlu diingat dalam pemilihan obat :
1. Alergi atau reaksi yang tidak diinginkan yang perlnah dialami terhadap obat tertentu
2. Wanita dalam kondisi hamil atau untuk merencanakan hamil, karena beberapa obat
    dapat mempengaruhi janin sehingga dapat menyebabkan cacat pada bayi
3. Wanita yang sedang menyusui, sebab beberapa obat dapat masuk ke dalam air susu
    ibu dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada bayi
4. Diet yang sedang dilakukan misalnya minum obat diet, atau diet rendah garam, atau
    diet rendah gula, mengingat selain mengandung bahan berkhasiat obat juga mengandung
    bahan tambahan lain seperti pemanis.
5. Sedang minum obat lain

Cara Mendapatkan Obat :
       Masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan obat dari rumah sakit, puskesmas, pustu dan poskesdes, atau membeli obat sendiri di apotik atau toko obat berizin. Pada waktu menerima obat dari petugas kesehatan di rumah sakit, puskesmas, apotek, atau toko obat, diwajibkan melakukan pemeriksaan fisik obat dan mutu obat yang meliputi :
1. Jenis dan Jumlah obat
2. Kemasan Obat
3. Kadaluarsa obat
4. Kesesuaian etiket meliputi nama, tanggal, dan aturan pakai

Kata kunci : Obat, cara pemilihan obat, cara mendapatkan obat

Selasa, 08 November 2011

Peranan Apoteker dalam Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas

Gambar 1. Konseling (drugandalcoholrehab.com)
Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam pengobatan sendiri (swamedikasi) harus mengikuti prinsip pengunaan obat secara umum, yaitu penggunaan obat secara aman dan rasional. Swamendikasi yang bertanggungjawab membutuhkan produk obat yang sudah terbukti keamanan, khasiat dan kualitasnya, serta membutuhkan pemilihan obat yang tepat sesuai dengan indikasi penyakit dan kondisi pasien

Seperti yang terlihat pada Gambar 1, sebagai seorang profesional kesehatan dalam bidang kefarmasian, Apoteker mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan bantuan, nasehat dan petunjuk kepada masyarakat yang ingin melakukan swamedikasi, agar dapat melakukannya secara bertanggungjawab. Apoteker harus dapat menekankan kepada pasien, bahwa walaupun dapat diperoleh tanpa resep dokter, namun penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas tetap dapat menimbulkan bahaya dan efek samping yang tidak dikehendaki jika dipergunakan secara tidak semestinya.

Dalam penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, Apoteker memiliki dua peran yang sangat penting, yaitu menyediakan produk obat yang sudah terbukti keamanan, khasiat dan kualitasnya serta memberikan informasi yang dibutuhkan atau melakukan konseling kepada pasien (dan keluarganya) agar obat yang digunakan secara aman, tepat dan rasional. Konseling dilakukan terutama dalam mempertimbangkan :
1. Ketepatan penentuan indikasi/penyakit
2. Ketepatan pemilihan obat (efektif, aman, ekonomis), serta
3. Ketepatan dosis dan cara penggunaan obat
Satu hal yang sangat penting dalam konseling swamedikasi adalah meyakinkan agar produk yang digunakan tidak berinteraksi negatif dengan produk-produk yang sedang digunakan atau dikonsumsi pasien. Di samping itu Apoteker juga diharapkan dapat memberikan petunjuk kepada pasien. Di samping itu Apoteker diharapkan dapat memberikan petunjuk kepada pasien bagaimana memonitor penyakitnya, serta kapan harus menghentikan pengobatnnya atau kapan harus berkonsultasi kepada dokter.

Informasi tentang obat dan penggunaannya perlu diberikan pada pasien saat konseling atau swamedikasi pada dasarnya lebih ditekankan pada informasi farmakoterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta pertanyaan pasien. Informasi yang perlu disampaikan oleh Apoteker pada masyarakat dalam penggunaan obat bebas atau obat bebas terbatas antara lain :
1. Khasiat obat : Apoteker perlu menerangkan dengan jelas apa khasiat obat yang bersangkutan, sesuai
    atau tidak dengan indikasi atau gangguan kesehatan yang dialami pasien
2. Kontraindikasi : pasien juga perlu diberitahu dengan jelas kontra indikasi dari obat yang diberikan, agar
    tidak menggunakannya jika memiliki kontra indikasi yang dimaksud
3. Efek samping dan cara mengatasinya (jika ada) : pasien juga perlu diberi informasi tentang efek
    samping yang mungkin muncul, serta apa yang harus dilakukan untuk menghindari atau mengatasinya.
4. Cara pemakaian : Cara pemakaian harus disampaikan secara jelas kepada pasien untuk menghindari
    salah pemakaian, apakah ditelan, dihirup, dioleskan, dimasukkan melalui anus, atau cara lain.
5. Dosis : sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, Apoteker dapat menyarankan dosis sesuai dengan
    yang disarankan oleh produsen (sebagaimana petunjuk pemakaian yang tertera di etiket) atau dapat
    menyarankan dosis lain sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki
6. Waktu pemakaian : Waktu pemakaian juga harus diinformasikan dengan jelas kepada pemakaian,
    misalnya sebelum atau sesudah makan atau saat akan tidur
7. Lama penggunaan : lama penggunaan obat juga harus diinformasikan kepada pasien agar pasien tidak
    menggunakan obat secara berkepanjangan karena penyakitnya belum hilang, padahal sudah
    memerlukan pertolongan dokter
8. Hal yang harus diperhatikan sewaktu minum obat tersebut, misalnya pantangan makanan atau tidak
    boleh minum obat tertentu dalam waktu bersamaan.
9. Hal apa yang harus dilakukan jika lupa memakai obat
10. Cara penyimpanan obat yang baik
11. Cara memperlakukan obat yang masih tersisa
12. Cara membedakan obat yang masih baik dan sudah rusak

Di samping itu, Apoteker juga perlu memberikan informasi kepada pasien tentang obat generik yang memiliki khasiat sebagaimana yang dibutuhkan, serta keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan obat generik. Hal ini penting dalam pemilihan obat yang selayaknya harud selalu memperhatikan aspek farmakoekonomi dan hak pasien.

Di samping konseling dalam farmakoterapi, Apoteker juga memiliki tanggungjawab lain yang lebih luas dalam swamedikasi. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh IPF (International Pharmaceutical Federation) dan WMI (World Self-Medication Industry) tentang swamedikasi yang bertanggungjawab (Responsible Self-Medication) dinyatakan sebagai berikut :
1. Apoteker memiliki tanggungjawab profesional untuk memberikan nasehat dan informasi yang benar,
    cukup dan objektif tetang swamedikasi dan semua produk yang tersedia untuk swamedikasi.
2. Apoteker memiliki tanggungjawab profesional untuk merekomendasikan kepada pasien agar segera
    mencari nasehat medis yang diperlukan, apabila dipertimbangkan swamedikasi tidak mencukupi
3. Apoteker memiliki tanggungjawab profesional untuk memberikan laporan kepada lembaga pemerintah
    yang berwenang, dan untuk menginformasikan kepada produsen obat yang bersangkutan, mengenai
    efek tak terkehendaki (adverse reaction) yang terjadi pada pasien yang menggunakan obat tersebut
   dalam swamedikasi
4. Apoteker mimiliki tanggungjawab profesional untuk mendorong anggota masyarakat agar
    memperlakukan obat sebagai produk khusus yang harus digunakan dan disimpan secara hati-hati, dan
    tidak boleh dipergunakan tanpa indikasi yang jelas.

Selain melayani konsumen secara bertatap muka di apotek, Apoteker juga dapat melayani konsumen jarak jauh yang ingin mendapatkan informasi atau berkonsultasi mengenai pengobatan sendiri. Suatu cara yang paling praktis dan mengikuti kemajuan zaman adalah dengan membukan layanan informasi obat melalui internet atau melalui telepon. Slogan "Kenali obat anda". "Tanyakan kepada Apoteker" kini semakin memasyarakat. Para Apoteker sudah semestinya memberikan respons yang baik dan memuaskan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas

Minggu, 06 November 2011

Luka Iris dan Luka Serut

Luka iris adalah luka karena benda tajam dengan pinggir-pinggir luka yang rapi. Luka serut (gesek/abrasi) adalah suatu cedera pada permukaan kulit. Luka iris dan serut yang kecil banyak terjadi dan tidak berbahaya serta bisa dirawat di rumah.

Gejala-gejala luka iris dan luka serut :
- Sobekan pada kulit yang mungkin membuat cedera jaringan kulit di bawahnya
- Perdarahan yang sedikit sampai sedang yang akan berhenti sendiri
- Sakit/nyeri

Komplikasi luka iris dan luka serut : 
- Luka terbuka
- Perdarahan banyak bila mengenai pembuluh darah besar (arteri atau vena)
- Infeksi bakteri (demam, radanga, pembentukan nanah)

Penyebab :
- Luka iris disebabkan oleh benda tajam
- Luka serut disebabkan oleh permukaan kasar yang bergesekan dengan kulit

Hal yang harus anda lakukan ketika terkena :
Bila terkena luka iris :
- Cuci luka di air yang mengalir (di bawah kran air) dan keringkan dengan kertas tisu yang bersih
- Ambil kotoran, gelas/beling atau partikel lain di dalam luka dengan pengait yang bersih (pengait ini harus
   dicuci dengan air sabun terlebih dahulu atau dilewatkan di atas api kecil dan biarkan dingin)
- Hentikan pendarahan dengan cara menekan di atas luka dengan kasa selama beberapa menit
- Oleskan cairan antiseptik. Pembekuan darah yang terbentuk di permukaan luka jangan dibersihkan
   karena akan menyebabkan pendarahan kembali
- Bila luka kecil, biarkan terbuka supaya cepat pulih. Bila luka besar, tutup dengan kasa pembalut
- Periksa dokter bila terdapat komplikasi. Pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat bila terdapat
  pendarahan hebat, misal : darah memancar dari luka, perdarahan tidak berhenti dengan tekanan atau
  seudah kehilangan sekitar 1-2 cangkir darah
- Perhatikan untuk selalu mencuci tangan sebelum merawat luka

Bila terdapat luka memar :
- Dengan mendinginkan luka memar akan memperlambat pendarahan di bawah kulit dan mengurangi
   nyeri dan pembengkakan.
- Memar pada lengan atau kaki bisa didinginkan dengan meletakkan badan tersebut di bwah keran air.
- Memar pada bagian kepala dan dada atau daerah yang memerlukan pendingin yng lama bisa dirawat
  dengan kompres dingin/es

Unuk membuat kompres es :
- Isi setengah dari kantong plastik dengan es. Tambahkan garam untuk meningkatkan efek dingin dan ikat
  kantong plastik setelah udara dikeluarkan dahulu. Bungkus kantong plastik dengan handuk tipis dan
  letakkan di atas bagian yang memar selama 30 menit.
- Bila tidak tersedia es, bisa digunakan lipatan handuk atau katun tebal yang dicelupkan ke dalam air dingin
  dan gunakan sebagai kompres dingin
- Luka memar biasanya sembuh setelah 3-6 hari

Obat yang dapat digunakan :
- Obat yang mengandung povidon iodine
  Kegunaan : sebagai antiseptik dan disinfektan pada kulit, luka, sebelum dan sesudah operasi
  Cara pemakaian : Dioleskan pada luka dengan kapas yang dibasahi obat
                              Sebagai pencuci diencerkan dengan 40 bagian air. Dipakai beberapa kali sehari
  Perhatian : Hentikan pemakaian bila terjadi kemerhan, pembengkakan. Dapat timbul iritasi pada kulit

Jumat, 28 Oktober 2011

Luka Bakar

Luka bakar adalah cedera pada jaringan kulit yang disebabkan oleh api (panas kering) ataupun oleh cairan panas (panas basah). Derajat rasa sakit tidak berhubungan dengan derajat cedera. Luka bakar di lapisan permukaan kulit mungkin malah terasa sakit karena ujung-ujungnya syaraf telah rusak. Lokasi dan luas bagian kulit yang terbakar sangat penting untuk menentukan apakah luka bakar harus dirawat oleh dokter.



Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar dibagi menjadi 3 tingkatan :
1) Luka bakar tingkat 1 (1st degree) : luka bakar yang hanya mengenai/merusak kulit bagian luar yang
    disebut epidermis. Luka bakar ini dangkal dan menyebabkan peradangan lokal pada kulit. Luka bakar
    ini ditandai dengan : nyeri, kulit berwarna kemerah-merahan, dan disertai bengkak ringan. Kulit normal,
    jika disentuh agak kenyal, namun kulit yang terkena luka bakar akan lebih lembut.
2) Luka bakar tingkat 2 (2nd degree) : luka bakar yang mengenai/merusak epidermis dan dermis, luka
    bakar ini lebih dalam dari luka bakar tingkat 1.
3) Luka bakar tingkat 3 (3rd degree) : luka bakar yang merusak seluruh lapisan kulit, lebih tepatnya
    membunuh area kulit yang terkena luka bakar. Luka bakar tingkat 3 menghancurkan pembuluh darah dan
    saraf-saraf kulit. Luka bakar tingkat 3 berwarna putih, permukaannya kasar dan relatif tidak menyakitkan.
Luka bakar sendiri bukan penyakit yang tetap tetapi dapat berkembang. Berkembang yang dimaksud di sini adalah ketika seseorang terkena luka bakar tingkat 1 namun dibiarkan saja dan tidak ditangani, luka bakar tersebut dapat berkembang menjadi luka bakar tingkat 2. Begitu pula luka bakar tingkat 2 dapat berkembang menjadi luka bakar tingkat 3.

Gejala-Gejala luka bakar : 
Luka bakar permukaan : kemerahan, sangat kesakitan
Luka bakar sedang : kulit mlepuh, terkelupas, bengkak, sangat kesakitan
Luka bakar dalam : kulit warna putih dan seperti lilin/ hitam dan hangus, tidak terasa sakit

Komplikasi luka bakar : Renjatan/shock (gagalnya sistem peredaran darah), infeksi bakteri

Penyebab luka bakar :
- Luka bakar kering disebabkan oleh api, gas panas (misal : mengihisap asap sehingga tenggorakan dan
   paru-paru terbakar), benda panas, gesekan, senyawa kimia, listrik (termasuk petir) atau radiasi
- Luka bakar basah disebabkan oleh cairan panas, uap panas.

Hal-hal yang dapat anda lakukan ketika terkena luka bakar :
- Singkirkan penyebab luka bakar
- Buka pakaian (kecuali bila pakaian melekat di tempat luka bakar) dan benda-benda yang melekat erat
   seperti cincin, jam tangan dan ikat pinggang.
- Segera celupkan dalam air dingin/letakkan luka bakar di bawah aliran air selama kurang lebih 15 menit
   atau sampai luka berkurang. Jangan menyemprotkan luka bakar dengan tekanan tinggi,  hanya
   membiarkan air mengalir di atas area yang terbakar selama Anda bisa. Ulangi sesering mungkin
- Jangan diolesi dengan segala macam salep/cream atau pun mentega/margarin, tidak perlu dibalut.
- Jangan pecahkan kulit yang melepuh. Bila lepuhan pecah sendiri biarkan kulit seperti semula untuk
   mencegah infeksi. Mungkin perlu balutan ringan.
- Periksa dokter bila terjadi infeksi bakteri (demam, peradangan, dan pembentukkan nanah)
- Segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat, bila terjadi hal-hal seperti di bawah ini :
  1. Luka bakar pada muka, jari, sendi, atau alat kelamin.
  2. Luka bakar sedang yang luasnya lebih besar dari telapak tangan penderita
  3. Semua jenis luka bakar dalam
  4. Rejatan/shock (pucat, keringat dingin, kulit lembab, napas dan nadi cepat, mengantk, pingsan)
  5. Menghisap asap
  6. Luka bakar karena senyawa kimia, aliran listrik atau radiasi

Obat yang dapat digunakan jika anda terkena luka bakar : 
1. Obat yang mengandung perak sulfadiazin
    Obat yang mengandung sulfadiazin perak mempunyai aktivitas sebagai antibakteri spektrum luas dan
    memiliki komplikasi yang relatif sedikit pada luka bakar. Bagi pasien yang alergi sulfa dapat diberikan
    polysporin, Bacitracin dan Bactroban
    Kegunaan : Untuk luka bakar
    Pemakaian : Oleskan 2-4 mm krim/salep pada permukaan luka. Untuk luka yang agak luas, oleskan
                       dengan menggunkan spatula atau sarung tangan.
                       Gunakan 2 kali sehari, atau sesering mungkin bila diperlukan. Lalu tutup dengan perban
                       dan plester.
    Instruksi khusus : Setiap akan menggunakan krim/salep, permukaan luka harus bersih. Untuk
                               melepaskan perban akan lebih mudah sambil disiram air secara perlahan-lahan
                               atau membasuhnya dengan larutan antiseptik
    Perhatian   : Hanya untuk obat luar
    Peringatan : Jangan gunakan obat ini kepada bayi prematur, bayi yang baru lahir atau pada ibu-ibu
                       sedang hamil
    Bentuk sediaan : krim, salep
2. Obat yang mengandung olem ioceris aselli (minyak ikan, "levertraan")
    Kegunaan : Untuk membantu penyembuhan luka bakar
    Pemakaian : 2-3 kali sehari, dioleskan
    Perhatian : Hanya untuk obat luar
    Peringatan : Jangan digunakan bila luka sudah terinfeksi
    Bentuk sediaan : Salep 10 %

Kutil

Kutil adalah jaringan yang tumbuh yang disebabkan oleh Human Papillomavirus. Kutil dapat tumbuh dimana saja bagian tubuh tetapi paling sering di tangan dan kaki. Kutil bukan merupakan penyakit yang berbahaya tetapi cukup mengganggu. Bahkan beberapa kutil dapat tumbuh menjadi ganas.  
Jenis-Jenis kutil antara lain :
1. Kutil umum (common warst), kutil ini biasanya tumbuh di tangan namun juga dapat tumbuh dimana saja
    dibagian tubuh kita. Permukaannya kasar, berbentuk seperti kubah dan berwarna abu-abu atau
    kecoklatan.
Gambar 1. Kutil umum/comman warts (medlineplus.com)
2. Kutil plantar (Flat Warts) biasanya tumbuh di telapak kaki. Kutil yang muncul di telapak
    kaki akan menyebabkan rasa sakit jika anda berdiri atau berjalan, rasanya seperti ketika kaki anda
    menginjak kerikil.
Gambar 2. Kutil plantar/Plantar Warts (medlineplus.com)
3. Kutil Kelamin (Genital warst/condyloma), kutil ini biasanya ditemukan di sekitar alat kelamin, di daerah
    lipatan paha, tetapi kutil kelamin juga dapat muncul di dalam vagina dan kanal anus.
4. Kutil Datar (Flat Warts), Kutil datar biasanya tumbuh di wajah, lengan atau kaki. Sering juga kutil datar
    tumbuh pada muka atau dahi anda. Kutil datar banyak tumbuh/menyerang pada anak-anak.
Gambar 3. Kutil datar/flat warts di leher dan pipi (medlineplus.com)
4. Kutil subungual atau periungual, kutil yang mucul di bawah dan disekitar kuku atau kuku kaki, Kutil
    periungual dapat mempengaruhi pertumbuhan kuku.
Gambar 4. kutil subungual (medlineplus.com)
5. Kutil filiform, (Filiform warts), kutil ini biasanya tumbuh di sekitar mulut, hidung, dan daerah janggut.
Gambar 5. Kutil Filiform/Filiform warts (www.websters-online-dictionary.org)
Gejala-gejala kutil : 
- Saat berjalan terasa nyeri
- Adanya penebalan jaringan kulit, permukaan tidak rata
- Kutil di kaki bisa terasa sakit bila tertekan saat berdiri
   Komplikasi kutil :
- Menyebar ke bagian kulit yang lain, jari-jari, siku, alat kelamin atau bagian lain dari kulit

Penyebab kutil : 
- Infeksi Human Papillomavirus pada sel kulit, menyebabkan sel tersebut tumbuh dengan cepat dan dapat
   membentuk tonjolan. Kutil disebarkan melalui kontak dan cenderung untuk berulang bahkan setelah kulit
   diangkat dan dibersihkan

Hal yang dapat anda lakukan ketika terkena kutil : 
- Kutil dijaga jangan sampai berdarah agar tidak menyebar
- Lakukan pengobatan sendiri
- Bila dengan pengobatan sendiri tidak sembuh, segera hubungi dokter

Obat yang dapat digunakan untuk mengobati kutil : 
1. Diberikan obat yang mengandung asam salisilat 2 g, asam laktat 0,5 g, polidokanol 0,2 g
    Kegunaan : Untuk penebalan kutil yang mengeras dijari-jari kaki, kutil, mata ikan, kapalan
    Cara Pemakaian : Oleskan 1 tetes pada pagi dan malam hari
    Perhatian : Jangan mengenai kulit sehat. Sebaiknya lindungi kulit yang sehat di sekitarnya dengan salep
    seng oksida
    Peringatan : Jangan oleskan pada tanda lahir, kutil yang berambut, kutil di daerah kemaluan atau
    di muka. Jangan mengenai mata dan mulut
2. Asam Salisilat
    Kegunaan : mempunyai efek keratolitik
    Cara pemakaian : dioleskan 1 tetes, 2 kali sehari
    Perhatian : Jangan mengenai kulit sehat
3. Asam Laktat
    Kegunaan : Mempunyai efek kausatik
    Aturan pakai : dioleskan 1 tetes, 2 kali sehari
    Perhatian : Jangan mengenai kulit yang sehat

Rabu, 26 Oktober 2011

Kudis

Kudis merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit. Meskipun tidak berbaha, rasa gatal yang hebat dapat menganggu. Kudis dapat menular ke orang lain dan lebih umum terjadi di lingkungan hidup yang sangat padat dan sanitasi yang jelek, melalui sentuhan dengan penderita atau baju/peralatan tempat tidur penderitan (sprei, selimut sarung bantal, dll)

Gejala-gejala kudis : 
- Terdapat binti kecil berwarna merah pada kulit, biasanya pada tangan, lipatan siku, sekitar alat kelamin,
   dan lipatan tubuh lainnya
- Garis berwarna putih/merah di kulit (merupakan liang pada kulit yang dibuat oleh tungau untuk menaruh 
   telurnya).
- Rasa gatal yang hebat
- Luka/koreng, yang disebabkan oleh garukan

Komplikasi : 
- Infeksi sekunder
- Rasa gatal setelah sembuh/eksim

Penyebab kudis :
Gangguan pada kulit disebabkan oleh parasit yang sangat kecil yang disebut tungua kudis yaitu Sarcoptis scabei yang termasuk dalam famili Arthropoda

Hal-hal yang dapat dilakukan jika anda terkena kudis :
- Kunjungi dokter bila anda menduga terserang kudis, karena sangat mudah keliru dengan kelainan kulit 
   lainnya.
- Balurkan cairan anti kudis ke seluruh tubuh mulai dari bawah leher (jangan sampai mengenai mata dan 
   mulut)Biarkan selama 24 jam, lalu cuci bersih. Ulangi tindakan yang sama seminggu kemudian
- Rendam pakaian/perlatan tempat tidur yang sudah dipakai dalam air panas.

Pencegahan penyakit kudis : 
Bila salah satu anggota keluarga terserang kudis, gunakan cairan anti kudis pada seluruh anggota keluarga lain sebagai tindakan pencegahan.

Obat yang dapat digunakan ketika anda terserang penyakit kudis : 
1. Sediaan yang mengandung Gamaheksan (lindane) 0,5 %, triklorokarbanilida 0,5%, asam salisilat 2%
    Kegunaan : untuk mengatasi kudis, kutu rambut, kurap dan infeksi jamur lain
    Cara pemakaian : 
    Bersihkan bagian yang sakit, gunakan air hangat dan sabun mandi, keringkan dengan handuk, lalu
    oleskan obat sambil digosok. Biarkan selama 24 jam dan dibersihkan pada pengobatan berikutnya.
    Perhatian : Hanya untuk pemakaian luar, jangan ditelan
    Peringatan : jangan sampai mengenai mata dan mulut. Bila timbul iritasi pada kulit,
    hentikan pengobatan dan konsultasi dengan dokter atau Apoteker
    Bentuk sediaan : Salep
2. Sediaan yang mengandung Lindane 1%, asam usnat 1%
    Kegunaan : untuk mengurangi gejala kudis (skabies)
    Cara pemakaian : oleskan pada kulit yang kudisan
    Bentuk sediaan : salep
    Instruksi khusus : hanya untuk pemakaian luar

Ketombe

Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala dalam jumlah kecil dari kulit kepala yang kelihatan normal. Banyak terjadi dan tidak berbahaya. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor, namun apabila kulit kepala jarang dicuci akan menambah penumpukan kulit kepala yang terkelupas. Ketombe bukan disebabkan oleh pemakaian jenis shampo yang salah atau pun karena stress (tekanan batin). Ketombe kadang menyebabkan rambut rontok. Keadaan lain yang menyebabakan pengelupasan kulit kepala adalah eksema, psoriasis dan infeksi jamur yang biasanya tidak disebut sebagai ketombe

Gejala-Gejala Ketombe :
- Kepala gatal, dan terdapat banyak pengelupasan lapisan kulit, kulit kepala kering/agak berminak.
- Kotoran putih (kulit yang terkelupas) dengan mudah bisa dihilangkan. Masalah ketombe kadang diketahui
   setelah kotoran putih jatuh di bahu

Penyebab Ketombe :
Ketombe disebabkan oleh dermatitis seboroika, peradangan ringan pada kulit kepala yang menyebabkan pengelupasan lapisan kulit digabung dengan gangguan kelenjar sebaseus (minyak) baik karena produksi minyak yang berlebihan atau malah terlalu sedikit. Sebab dermatitis seboroik diduga karena segenis jamur pitysporum, tetapi tidak semua dokter setuju dengan teori ini.
Tidak diketahui dengan pasti, lapian kulit tua dan juga di kepala secara normal akan dibuang secara berkala untuk pertumbuhan kulit yang baru, tetapi pembuangan ini biasanya tidak terlihat

Hal yang dapat anda lakukan ketika anda menderita ketombe :
- Jangan digaruk untuk mencegah infeksi
- Periksa ke dokter bila gejala tidak berkurang setelah 1-2 minggu pemakaian shampo anti-ketombe
- Lakukan pencegahan :
   1. Bila kulit kepala kering, olesi dengan minyak zaitun sampai ke akar-akarnya dan biarkan setengah jam
       sebelum di cuci
   2. Bila terlalu berminyak, gunakan shampo ringan yang bisa dipakai berulang kali
   3. Jaga kebersihan rambut. Kapan harus mencuci rambut tergantung aktifitas dan berapa banyak keringat
       yang keluar dan bisa berkisar antara setiap hari sampai 3-4 kali sehari
   4. Pakai shampo anti-ketombe dalam jangka waktu lama untuk mempertahankan keadaan bebas
       ketombe karena keadaan ini akan berulang kembali bila jamur pityrosporum belum hilang sama sekali

Obat yang dapat digunkan ketika terserang ketombe :
1. Shampo yang mengandung Selenium sulfid/Zinc pirithone
2. Shampo yang mengandung Mundidone (Povidone iodine 4 %)
    Kegunaan : sebagai anti ketombe, perawatan rambut dan kulit kepala, mencegah infeksi kulit kepala
    Cara Pemakaian :
    - Untuk ketombe berlebihan, gunakan 2 kali seminggu sampai ketombe hilang
    - Untuk mencegah ketombe, gunakan 1 x seminggu secara rutin
    Peringatan : Hentikan pengobatan jika timbul iritasi lokal. Hanya untuk pemakaian luar
3. Shampo yang mengandung sulfur
    Kegunaan
    Untuk menghilangkan ketombe
    Cara pemakaian
    Basahi rambut, oleskan shampo secukupnya. Gosok-gosokan hingga berbusa. Pijatlah kulit kepala
    selama 1-2 menit, kemudian bilas dengan air sampai bersih
4. Resorsinol
    Kegunaan : mempunyai efek antibakteri, antijamur, antiiritan lokal dan keratolitik
    Bentuk sediaan :
    - Salep dengan kadar resorsino 1-2 %
    - Lotion (Cairan)
    Cara pemakaian : Dioleskan pada kulit rambut

Rabu, 19 Oktober 2011

Kadas (Kurap) dan Panu

Penyakit kadas atau kurap adalah suatu infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini bisa mengenai semua bagian kulit tetapi biasa ditemukan pada kulit kepala, kuku, lipatan lengan, lipat paha atau kaki. Kulit kepala yang bersisik karena jamur kadas ini mungkin bisa dikira sebagai ketombe, tetapi perbedaan kedua jenis penyakit ini bisa dengan cepat dilihat pada pemeriksaan mikroskop dari bahan kerokan kulit
          Panu juga merupakan suatu infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini biasa tidak memberikan keluhan yang berarti. Munculnya ditandai dengan bercak bersisik halus yang berwarna putih hingga kecoklatan. Panu bisa ditemukan pada daerah mana saja dibadan termasuk leher dan lengan. Biasanya menyerang ketiak, lipat paa, lengan, tungkai atas, muka dan kulit kepala yang berambut.

Gejala-gejala :
1. Kadas/kurap :
    - Lesi berbentuk bulat dengan pinggir meninggi dan bersisik, bagian tengah agak cekung dan sering
       bebas dari peradangan
    - Sangat gatal, terutama saat berkeringat
    - Peradangan kulit, biasanya akibat garukan.
    - Pada kepala : Lesi berupa bercak-bercak kebotakan kadang-kadang beradang jelas, kadang-kadang
       tidak beradang
    - Pada kuku : penebalan kuku/jaringan di bawah kuku, lama-lama kuku akan rusak dan lepas
2. Panu
    - Bercak putih pada kulit dengan batas tegas, bersisik halus
    - Gatal terutama bila berkeringat

Penyebab :
1. Kurap :
    - infeksi kulit disebabkan oleh jamur dan menurut tempatnya ada beberapa jenis penyebab kurap :
       > tinea capitis (di kepala)
       > tinea corporis (di tubuh)
       > tinea crusis (lipatan paha)
       > tinea pedis (di kaki)
   - Bisa ditularkan melalui kontak langsung tetapi tidak mudah
2. Panu
    Infeksi kulit oleh jamur Tinea versicolor

Hal yang dapat dilakukan ketika anda terkena kurap dan panu :
- Pencegahan dengan menjaga kebersihan diri dengan mandi 2 kali sehari, menjaga lipatan kulit
   selalu kering, gunakan baju bersih dan pakai alas kaki
- Jangan digaruk karena akan timbul infeksi lain
- Oleskan krem/shampo anti jamur
- Periksakan dokter bila menyerang kuku atau gejala menetap

Obat yang dapat anda gunakan jika terkena kurap dan panu :
Dapat diberikan obat kulit antijamur seperti :
1. Obat yang mengandung klotrimazol 1%
    Kegunaan obat : untuk infeksi jamur pada kulit
    Pemakaian :
    Cairan : beberapa tetes cairan dioleskan pada daerah yang terkena infeksi jamur, gunakan
                 2-3 kali sehari, sampai infeksi hilang.
    Krim : Oleskan secara tipis pada daerah yang terkena infeksi jamu, gunakan 2-3 kali sehari sampai
               infeksi hilang.
    Instruksi khusus
    Panu dapat disembuhkan 3-4 minggu, sedangkan jamur pada daerah kemaluan disembuhkan
    dalam 1-2 minggu. Khusus untuk jamur pada kaki, pengobatan harus terus dilanjutkan selama
    2 minggu setelah tanda-tanda infeksi hilang untuk menghindari kambuhnya penyakit. Setelah dicuci,
    kaki harus dikeringkan dengan sebaik-baiknya, terutama daerah lipatan antara jari
    Bentuk sediaan : cairan, Krim
    Perhatian
    Hanya untuk pemakaian luar

2. Obat yang mengandung mikonazol nitrat 2 %
    Kegunaan obat
    Untuk infeksi ringan akibat jamur pada kulit seperti panu, kutu air, kadas, kurap dan infeksi jamur pada
    kuku
    Pemakaian :
    Oleskan krim atau serbuk sehari sekali sambil digosokkan perlahan. Biasanya sembuh setelah
    2-5 minggu, tetap perpanjang pengobatan selama 10 hari, untuk mencegah kambuh
    Bentuk sediaan : krim, serbuk
    Peringatan : hanya untuk pemakaian luar

3. Obat yang mengandung Asam undesilenat, seng undesilenat, kalsium propionat, natrium propionat
    Kegunaan obat: untuk mengobati penyakit kulit luar yang ditimbulkan oleh jamur misalnya panu, kadas,  
    kurap, kutu air.
    Cara pemakaian :
    Cuci dan keringkan sela-sela jari kaki, lalu gunakan obat 2-3 kali sehari
    Bentuk seidaan:bedak, krim, salep
    Perhatian: hanya untuk obat luar

Jerawat

Jerawat adalah istilah awam untuk Acne vulgaris, yang biasa terjadi pada usia remaja ketika terjadi perubahan hormon sehingga menghasilkan lebih banyak minyak. Keadaan ini cenderung diturunkan dalam keluarga dan sama sekali tidak berbahaya. Tetapi beberapa orang yang mengalami kasus yang berat mungkin merasa sangat tertekan dan kehilangan kepercayaan diri. Sampai saat ini belum ada penyembuhan yang tuntas, meskipun ada beberapa cara yang sangat menolong. Kondisi berjerawat akan mengalami perbaikan dengan bertambahnya usia.

Gejala-Gejala jerawat :
- Bintik merah menonjol dan sakit, dapat berisi nanh, biasa di bagian wajah. Bisa juga timbul di bagian kulit 
   kepala, leher, punggung dan dada bagian atas
- Bintik putih/ hitam yang menonjol dan tidak sakit

Penyebab Jerawat
- Belum diketahui dengan jelas. Diduga karena sumbatan kelejar minyak oleh keratin pada kulit, bila
   terkena infeksi, jerawat bisa berubah menjadi bisul dan bernanah.

Hal yang dapat dilakukan ketika anda terkena jerawat
- Selalu menjaga kulit tetap bersih dengan menggunakan sabun/pembersih yang ringan. Jangan
   memencet atau menusuk jerawat supaya tidak terjadi parut.

Obat yang dapat digunakan ketika anda terkena jerawat :
Diberikan obat-obatan yang mengandung :
sulfur, resorsinol, asam salisilat, bezoil peroksida, triklosan

Kegunaan obat
Membantuk mengatasi gangguan jerawat

Cara Pemakaian 
Cuci wajah hingga bersih. Oleskan obat dengan ujung jari pada bagian yang berjerawat selama 3 hari pertama. Bila tidak terjadi gangguan, gangguan dua kali sehari pada bagian yang berjerawat. Bila timbul kekeringan atau kulit terkelupas dosis dikurangi menjadi satu kali sehari atau dua hari sekali

Perhatian
Hanya untuk pemakaian luar. Hindari kontak dengan mata, pelupuk mata dan mulut

Bentuk sediaan
Bedak, krim, gel

Selasa, 18 Oktober 2011

Biang Keringat

Biang keringat adalah masalah kulit yang biasa terjadi pada cuaca yang panas dan lembab, tetapi tidak berbahaya. Beberapa orang cenderung lebih rentan terhadap masalah ini dibandingkan orang lain.

Gejala-Gejala Biang Keringat :
- Bintil-bintil halus kemerahan, terutama pada daerah-daerah
   lipatan tubuh seperti leher, lipatan tangan, lipatan siku,
   di bawah payudara (pada wanita), lipatan paha, lipatan
   kulit kaki (bayi) dan lipatan lutut.
                                                      - Kemerahan, lembab
                                                      - Gatal
Penyebab Biang Keringat :
Iritasi kulit disebabkan kontak langsung lama antara kulit dan kotoran mineral dalam keringat

Hal yang dapat dilakukan ketika anda atau anak anda terkena Biang Keringat :
Oleskan cairan kalamin atau krim anti gatal lainnya. Jangan digaruk untuk mencegah luka dan infeksi kulit.

Pencegahan Biang Keringat :
- Kenakan pakaian yang tipis. Hindari pakaian dari bahan nilon dan bahan lain yang tidak bisa menyerap
   keringat dan menahan panas.
- Usahakan selalu dalam ruang dingin dengan kipas angin/alat pendingin udara
- Mandi paling tidak sekali setiap hari, atau setiap kali setelah selesai bekerja/latihan yang menyebabkan
   keluar keringat. Setiap lipatan sebaiknya dikeringkan dengan baik dan diberi bedak talk dan ratakan.

Obat yang dapat digunakan jika anda atau anak anda terkena Biang Keringat :
Salicyl talk dan sediaan yang mengandung kalamin

Diare

Diare
(dimbil dari http://kiageng046.student.umm.ac.id)
Diare adalah buang air besar dalam bentuk cair lebih dari tiga kali dalam sehari, biasanya disertai sakit dan kejang perut.

Jenis-jenis diare antara lain :
- Diare akut, disebabkan oleh infeksi usus, infeksi bakteri,
   obat-obat tertentu, atau penyakit lain. Gejala diare
   akut adalah tinja cair, terjadi mendadak, badan lemas
   kadang demam dan muntah, berlangsung beberapa
   jam sampai beberapa hari
- Diare kronik, yaitu diare yang menetap atau berulang dalam
   jangka waktu lama, berlangsung selama 2 minggu atau
   lebih
- Disentri adalah diare disertai dengan darah dan lendir
Diare yang hanya sekali-sekali tidak berbahaya dan biasanya sembuh sendiri. Tetapi diare yang berat bisa menyebabkan dehidrasi dan bisa membahayakan jiwa. Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana tubuh kekurangan cairan tubuh yang dapat berakibat kematian, terutama pada anak/bayi jika tidak segera diatasi. Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah umur lima tahun. Pada kasus yang jarang, diare yang terus-menerus mungkin merupankan gejala penyakit berat seperti tipus, cholera atau kanker usus.

Gejala-Gejala Diare : 
- Frekuensi buang air besar melebihi normal
- Kotoran encer/cair.
- Sakit kejang perut, pada beberapa kasus
- Demam dan muntah, pada beberapa kasus
Gejala diare pada anak :
- Dehidrasi ringan/sedang: gelisah, rewel, mata cekung, mulut kering, sangat haus, kulit kering
- Dehidrasi berat, lesu, tak sadar, mata sangat cekung, mulut sangat kering, malas/tidak bisa minum, kulit
   sangat kering

Penyebab diare : 
- Ansietas / cemas (misal saat ujian, bepergian)
- Keracunan makanan (makanan yang terkontaminasi bakteri atau racun kimiawi)
- Infeksi virus dari usus (misalnya flu usus)
- Alergi terhadap makanan tertentu, tidak tahan susu (pada orang-orang yang tidak mempunyai enzim
   laktase yang berfungsi untuk mencernakan susu)
- Peradangan usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri lain, virus dsb
- Kekurangan gizi, misalnya : kelaparan, kekurangan zat putih telur

Hal yang dapat anda lakukan jika terserang diare :
- Minum banyak cairan (air, sari buah, sup bening). Hindari alkohol, kopi/teh, susu. Teruskan pemberian
   susu ibu pada bayi, tetapi pada pemberian susu pengganti ASI encerkan sampai dua kali
- Hindari makanan padat atau makanlah makanan yang tidak berasa (bubur, roti, pisang) selama 1-2 hari
- Minum cairan rehidrasi oral-oralit/larutan gula garam
- Cucilah tangan dengan baik setiap habis buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. ( diare
   karena infeksi bakteri/virus bisa menular.
- Tutuplah makanan untuk mencegah kontaminasi dari lalat, kecoa dan tikus
- Simpanlah secara terpisah makanan mentah dan yang matang, simpanlah sisa makanan di dalam
   kulkas
- Gunakan air bersih untuk memasak
- Air minum harus direbus terlebih dahulu
- Buang air besar pada jamban
- Jaga kebersihan lingkungan
- Bila diare berlanjut lebih dari dua hari, bila terjadi dehidrasi, kotoran berdarah, atau terus-menerus kejang
   perut, periksakan ke dokter (diare pada anak-anak/bayi sebaiknya segera dibawa ke dokter)

Rabu, 12 Oktober 2011

Cacingan

Cacingan adalah penyakit dimana seseorang mempunyai cacing dalam ususnya dan menimbulkan gejala atau tanpa gejala. Cacingan merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama untuk daerah tropis karena cukup banyak penduduk menderita cacingan. Cacingan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh, terhambatnya tumbuh kembang anak, kurang gizi dan zat besi yang mengakibatkan anemia.

Gejala-gejala cacingan :
- Mengeluarkan cacing pada saat buang air besar atau muntah
- Badan kurus dan perut buncit
- Kehilangan nafsu makan, lebas, pusing, nyeri kepala, gelisah dan sukar tidur
- Gatal-gatal disekitar dubur terutama malam hari (cacing kremi )
- Pada jenis cacing yang menghisap darh (cacing pita, cacing tambang, cacing cambuk) dapat terjadi anemia

Gejala spesifik untuk tiap jenis cacing adalah : 
- Gejala penderita cacing kremi (Oxyuris/Entrobius vermicularis) adalah rasa gatal sekitar anus terutama 
   malam hari, gelisah dan sukar tidur.
- Gejala penderita cacing gelang (Askariasis) adalah gangguan lambung kejang perut diselingi diare, 
   kehilangan berat badan dan demam
- Gejala penderita cacing tambang (Nekatoriasis/Ankilostomiasis) adalah gangguan saluran cerna (mual, 
  muntah, diare dan nyeri ulu hati), pusing nyeri kepala, lemah dan lelah, anemia, gatal di daerah masuknya  
  cacing

Penyebab cacingan : 
Cacing penyebab penyakit pada manusia terdiri dari : 
- Cacing gelang (Askaris lumbriocoides)
- Cacing cambuk (Tricularis sp)
- Cacing kremi (Entrobius vermicularia)
- Cacing tambang (Nekatoria dan ankilostomia)
- Cacing pita (Taenia sp)
- Trematoda

Cacing masuk tubuh manusia dengan berbagai cara. Telur cacing gelang tertelan sewaktu makan makanan yang terkontaminasi oleh kotoran. Sedangkan larva cacing tambang hidup di tanah dan masuk lewat kulit yang menyebabkan infeksi. Cacing pita dan termatoda sebagian besar siklus hidupnya berada pada binatang dan masuk tubuh manusia karena makan daging/ikan mentah atau setengah matang. Di Indonesia masalah cacing yang paling sering ditemukan adalah cacing gelang dan cacing kremi. Cacing kremi bertelur di sekitar dubur. Telur-telur ini terbawa oleh jari-jari bila penderita menggaruk, kemudian bila tidak dicuci kedua tangan tersebut maka bisa menular ke orang lain.

Penyebab cacingan juga biasanya karena makanan, minuman dan lingkungan yang tidak bersih. Pada umumnya yang terjangkit cacingan adalah anak-anak. Penularan umumnya terjadi melalui makanan dan melalui kulit.

Hal yang dapat dilakukan jika anda atau anak anda terkena cacingan :
1. Menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku, menggunakan sabun pada waktu mencuci tangan 
    sebelum makan, setelah buang air besar dan pada waktu mandi
2. Menghindari makanan yang telah dihinggapi lalat dan cuci bersih bahan makanan untuk menghindari
    telur cacing yang mungkin ada serta biasakan memasak makanan dan minuman
3. Menggunakan karbol di tempat mandi
4. Menggunakan alas kaki untuk menghindari sentuhan langsung dengan tanah saat bekerj di halaman, 
    perkebunan, pertanian, pertambangan dll.


Obat yang dapat digunakan jika anda atau anak anda terkena cacingan : 
1. Pirantel Pamoat
    a. Kegunaan Obat
        Pengobatan askariasis, oksiuriasis, ankilostomiasis dan nekatoriasis.
    b. Hal yang harus diperhatikan
        Aturan pakai harus dibaca dan dipatuhi
    c. Kontra Indikasi
       • Penderita gangguan fungsi hati
       • Anak di bawah umur 2 tahun
       • Ibu hamil
   d. Efek Samping
       • Nafsu makan hilang (anoreksia), mual, muntah, diare, kram lambung, meningkatkan SGOT, sakit
         kepala, pusing, mengantuk, ruam kulit
   e. Bentuk sediaan
       • Tablet 125 mg
       • Tablet 250 mg
   f. Aturan pemakaian
      • Tablet 125 mg
         - 1 – 5 tahun : 1 tablet
         - 5 – 9 tahun : 2 tablet
         - 10 – 15 tahun : 3 tablet
         - diatas 15 tahun dan dewasa : 4 tablet
      • Tablet 250 mg
        - 1 – 5 tahun : ½ tablet
        - 5 – 9 tahun : 1 tablet
        - 10 – 15 tahun : 1½ tablet
        - diatas 15 tahun dan dewasa : 2 tablet
2. Mebendazol
a. Kegunaan Obat
• Pengobatan askariasis, trikuriasis, enterobiasis, ankilostomiasis,
nekatoriasis dan infeksi campuran.
b. Hal yang harus diperhatikan
• Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita diabet
dan ibu menyusui.
• Penggunaan jangka panjang dengan dosis besar dapat
menimbulkan penurunan sel darah putih (neutropenia) kembali
normal bila obat dihentikan.
c. Kontra Indikasi
Anak balita dan ibu hamil akan mengakibatkan pembentukan sel
yang tidak normal (teratogenik)
d. Efek Samping
Nyeri pada lambung, diare
e. Bentuk Sediaan
Tablet 100 mg
f. Aturan pemakaian
• Untuk cacing kremi, 1 tablet sehari
• Untuk cacing cambuk, 1 tablet setiap pagi dan 1 tablet setiap
malam selama 3 hari berturut-turut.
• Untuk cacing gelang, 1 tablet setiap pagi dan 1 tablet setiap
malam selama 3 hari berturut-turut.
3. Piperazin
a. Kegunaan Obat
Pengobatan askariasis, oksiuriasis atau enterobiasis
b. Hal yang harus diperhatikan
• aturan pakai harus dibaca dan dipatuhi
c. Kontraindikasi
• Penderita epilepsi
• Alergi terhadap piperasin
• Gangguan fungsi hati atau ginjal
d. Efek Samping
• Mual, muntah, gangguan pada fokus mata, dermatitis, diare dan
reaksi alergi.
e. Bentuk Sediaan
• Sirup piperazin sitrat 1 g/5 ml (kemasan sirup 15 ml)
• Sirup piperazin heksahidrat 1 g/5 ml (kemasan sirup 15 ml)
f. Aturan pemakaian untuk :
• Askariasis (cacing gelang)
Dosis tunggal :
- bayi : 2,5 ml
- 1 – 2 tahun : 5 ml
- 3 – 5 tahun : 10 ml
- diatas 6 tahun dan dewasa : 15 ml
Diminum selama 2 hari berturut-turut.
• Oksiurasis
Diminum setelah makan, selama 4 hari berturut-turut.
- Bayi : 1 kali sehari, 2,5 ml
- 1 – 2 tahun : 2 kali sehari, 2 – 5 ml
- 3 – 5 tahun : 2 kali sehari, 5 ml
- Diatas 6 tahun dan dewasa : 3 kali sehari, 5 ml

Nyeri

Nyeri merupakan salah satu gejala yang menunjukkan adanya gangguan-gangguan di tubuh seperti peradangan, infeksi, dan kejang otot. Contoh penyakit nyeri yang sering dirasakan antara lain : nyeri sakit kepala, nyeri haid, nyeri otot, nyeri karena sakit gigi, dan lain-lain. Obat nyeri adalah obat yang mengurangi nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.

Penyebab Nyeri : 
Rasa nyeri disebabkan oleh rangsangan pada ujung syaraf karena kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan antara lain :
- Trauma, misalnya karena benda tajam, benda tumpul, bahan kimia, dan lain-lain.
- Proses infeksi atau peradangan

Hal yang dapat dilakukan ketika anda terserang rasa nyeri :
- Tetap aktif fokuskan pada pekerjaan anda
- Kompres hangat pada nyeri otot
- Gunakan obat penghilang nyeri
- Bila nyeri berlanjut hubungi dokter

Obat yang dapat anda gunakan ketika terserang rasa nyeri : 
1. Ibuprofen
    a. Kegunaan obat
        Menekan rasa nyeri dan radang, misalnya dismenorea primer (nyeri haid), sakit gigi, sakit kepala,
        paska operasi, nyeri tulang, nyeri sendi, pegel linu, dan terkilir
    b. Hal yang harus diperhatikan
        - Gunakan obat dengan tepat dosis
        - Hati-hati untuk penderita gangguan fungsi hati, ginjal, gagal jantung, asma, dan bronkhopasmus
          atau konsultasikan ke dokter atau apoteker.
        - Hati-hati untuk penderita yang menggunakan obat hiperglisemi, metotreksat, urikosurik,
          kumarin, antikoagulan, kortiko-steroid, penisilin dan vitamin C atau minta petunjuk dokter
    c. Kontra Indikasi
        Obat tidak boleh digunakan pada :
        - Penderita tukak lambung dan duodenum (ulkus peptikum) aktif
        - Penderita alergi terhadap asetosal dan ibuprofen
        - Penderita polip hidung (pertumbuhan jaringan epitel berbentuk tonjolan pada hidung
        - Kehamilan tiga bulan terakhir
    d. Efek samping
        - Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, diare, konstipasi (sebelit/susah buang air besar),
          nyeri lambung sampai pendarahan
        - Ruam kulit, bronkhospasmus, trombositopenia
        - Penurunan ketajaman penglihatan dan sembuh bila obat dihentikan
        - Gangguan fungsi hati
        - Reaksi alergi dengan atau tanpa syok anafilaksi
        - Anemia kekurangan zat besi
    e. Bentuk sediaan
        Tablet 200 mg
        Tablet 400 mg
    f. Aturan pemakaian
       - Dewasa : 1 tablet 200 mg, 2-4 kali sehari, diminum setelah makan
       - Anak : 1-2 tahun : 1/4 tablet 200 mg, 3-4 kali sehari
                   3-7 tahun : 1/2 tablet 500 mg, 3-4 kali sehari
                   8-12 tahun : 1 tablet 500 mg, 3-4 kali sehari
                   tidak boleh diberikan untuk anak yang beratnya kurang dari 7 kg
2. Asetosal (lihat demam)
3. Parasetamol (lihat demam)
Catatan :
- Ibuprofen memiliki efek terapi antiradang lebih tinggi dibandingkan dengan efek antidemamnya
- Asetosal dan parasetamol efek terapi anti demamnya lebih tinggi dibandingkan efek antinyeri dan
  antiradangnya.

Selasa, 11 Oktober 2011

Sakit Maag

Sakit maag adalah peningkatan produksi asam lambung sehingga terjadi iritasi lambung. Maag atau sakit lambung memiliki gejala khas berupa rasa nyeri atau pedih pada ulu hati meskipun baru saja selesai makan. Namun kalau rasa pedih hanya terjadi sebelum makan atau di waktu lapar dan hilang setelah makan, biasanya karena produksi asam lambung berlebihan dan belum menderita sakit maag.
Sakit maag akut umumnya lebih mudah ditanganani daripada sakit maag kronis. Pada sakit maag akut, biasanya belum ada gejala kerusakan yang jelas pada lambung : mungkin hanya disebabkan berlebihnya produksi asam lambung sesaat atau akibat makanan yang merangsang terlalu banyak. Sedangkan pada sakit maag kronis penderita bisa mengalami pembengkakan atau radang pada dinding lambung, luka sampai pendarahan.

Gejala-gejala sakit maag :
Nyeri serta panas pada ulu hati  dan dada, mual, kadang disertai muntah dan perut kembung

Penyebab sakit maag :
Peningkatan produksi asam lambung dapat terjadi karena :
- Makanan atau minuman yang merangsang lambung yaitu makanan pedas atau asam, kopi, alkohol. bakmi
   yang mengandung air abu.
- Faktor stres baik stres fisik (setelah pembedahan, penyakit berat, luka bakar) maupun stres mental
- Obat-obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama (misalnya : obat rematik, anti inflamasi)
- Jadwal makanan yang tidak teratur

Hal yang dapat anda lakukan ketika sakit maag :
- Membiasakan hidup sehat dan makan secara teratur
- Kambuhnya sakit maag dapati dihindarkan dengan mengatur waktu makan. Sebaiknya penderita makan
   sedikit demi sedikit tetapi sering.
- Minum obat sakit maag (antasida

Obat yang dapat digunakan ketika anda sakit maag :
Sakit maag pada awalnya diobati secara simtomatik dengan pemberian obat yang menetralisasi atau menghambat produksi asam lambung berlebihan (jenis antasida) atau obat penghambat produksi asam lambungyang memperbaiki motilitas usus (sistem gerakan usus). Apabila setelah dua minggu obat tidak memberikan reasi yang berarti, dokter akan memerika dengan bantuan peralatan khusus seperti USG, endoskopi, dll
Senyawa almunium hidroksida dan Magnesium hidroksida
a. Kegunaan obat
    Semua obat antasida mempunyai fungsi untuk mengurangi gejala yang berhubungan dengan kelebihan
    asam lambung, tukak lambung, gastritis, tukak usus dua belas jari, dengan gejala seperti mual, nyeri
    lambung,
 nyeri ulu hati dan perasaan penuh pada lambung
b. Bentuk sediaan
    Contoh obat :
    1. Tablet kombinasi yang mengandung :
        Almunium hidroksida    250 mg
        Magnesium hidroksida  250 mg
        Dimetilpoliksilosan          50 mg
        - Dosis : Dewasa : 1-2 tablet, diminum 2 jam setelah makan atau sebelum tidur, dan saat gejala timbul
    2. Tablet kombinasi yang mengandung :
        Magnesium trisilikat    250 mg
        Almunium hidroksida  250 mg
        Simetikon                     50 mg
        - Dosis : Dewasa : 1-2 tablet, 3-4 kali sehari (setiap 6-8 jam)
    3. Tablet kunyak yang mengandung :
        Aluminium hidroksida      30 mg
        Magnesium hidroksida  300 mg
        Simetikon                       30 mg
        - Dosis : Dewasa : 1-2 tablet, 3-4 kali sehari (setiap 6-8jam) dan sebelum tidur
        - Perhatian : tablet harus dikunyah
    4. Larutan yang mengandung :
        Almunium hidroksida      30 mg
        Magnesium hidroksida  300 mg
        Simetikon                       30 mg
        - Dosis : Dewasa : 1-2 sendok takar (5ml), 3-4 kali sehari (setiap 6-8jam) dan sebelum tidur
    5. Tablet kunyah yang mengandung :
        Almunium hidroksida    200 mg
        Magnesium hidriksida   200 mg
        - Dosis : Dewasa : 1-2 tablet, 3-4 kali sehari (setiap 6-8 jam)
        - Perhatian : tablet harus dikunyah

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika anda meminum obat sakit maag : 
- Antasida dalam bentuk cairan kental (suspensi) kerjanya lebih cepat dibandingkan bentuk tablet
- Antasida dalam bentuk tablet harus dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan
- Jangan digunakan bersama dengan obat lain
- Beri jarak minimal 1 jam untuk minum obat lain
- Antasida diminum 1 jam sebelum makan
- Selama menggunakan antasida sebaiknya banyak minum air putih, tujuannya meminimalkan gangguan
   pada fungsi saluran pencernaan
- Efek antasida merupakan jumlah efek dari masing-masing obat
- Spesifikasi obat
- Efek yang tidak diinginkan dari obat
- Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita gangguan ginjal, tukak lambung, ibu hamil,
  menyusui dan anak-anak serta lanjut usia
- Tidak dianjurkan bagi penderita diet garam natrium
- Tidak dianjurkan pemakaian lebih dari 2 minggu kecuali atas saran dokter
- Hanya digunakan apabila telah diketahui bahwa gejala mual, nyeri lambung, rasa panas di ulu hati dan
   dada benar-benar sakit maag bukan penyakit lain.
- Penggunaan terbaik adalah saat gejala timbul sewaktu lambung kosong dan menjelang tidur malam.
- Antasida mengganggu absorbsi obat-obat tertentu (misal antibiotik), bila diminum bersama harus diberi
  waktu 1-2 jam
- Bila setelah 2-3 hari gejala tetap ada, hendaknya segera hubungi dokter
- Jangan digunakan lebih dari 4 gram sehari, karena dapat menngkatkan produksi asam lambung/efek
   yang tidak diinginkan
- Bila dosis berlebihan dapat menimbulkan sembelit, wasir, perdarahan anus, feses padat, mual, muntah,
   kekurangan fosfat dan osteomalasia

Senin, 10 Oktober 2011

Demam

  Demam bukan merupakan suatu penyakit, tetapi hanyalah gejala dari suatu penyakit. Suhu tubuh normal adalah 37 derajat celcius. Apabila suhu tubuh lebih dari 37,2oC pada pagi hari dan lebih dari 37,7oC pada sore hari berarti demam. Demam adalah peningkatan temperatur tubuh bersamaan dengan peningkatan rangsangan pada hipotalamus. Kenaikan suhu 38oC pada anak di bawah lima tahun dapat menimbulkan kejang dengan gejala antara lain : tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan mulut tertutup rapat, serta penururnan kesadaran. Keadaan demikian segera ke dokter.

Gejala-Gejala demam :
- Kepala, leher dan tubuh akan terasa panas, sedangkan tangan dan kaki dingin
- Mungkin merasa kedinginan dan menggigil bila suhu meningkat dengan cepat

Penyebab demam : 
Demam umumnya disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Penyebab infeksi antara lain kuman, virus, parasit, atau mikroorganisme lain.
Contoh : radang tenggorokan, cacar air, campak, dan lain-lain
Penyebab non infeksi antara lain dehidrasi pada anak dan lansia, alergi, stres, trauma dan lain-lain.

Hal-Hal yang dapat dilakukan ketika anda teserang demam : 
- Istirahat yang cukup
- Minum air yang banyak
- Usahakan makan seperti biasa, meskipun nafsu makan berkurang
- Periksa suhu tubuh setiap 4 jam
- Kompres dengan air hangat
- Hubungi dokter bila suhu sangat tinggi (di atas 38oC, terutama pada anak

Petunjuk penggunaan termometer air raksa : 
- Kocok termometer sebelum mengukur sampai air raksa turun di bawah tanda 35oC
- Termometer di taruh di bawah lidah selama 1 menit atau di bawah lipatan lengan (ketiak) adalah 36,5oC.
   Untuk mendapatkan suhu yang setara dengan suhu mulut, tambahkan 0,5oC pada suhu yang terbaca.
- Cuci termometer sesudah dipakai

Kondisi demam sehingga harus dibawa ke dokter dengan segera :
- Bila seorang bayi menderita panas
- Bila demam lebih dari 39oC (pada anak-anak 38,5oC) dan tidak bisa turun dengan parasetamol atau
   kompres air hangat.
- Bila demam tidak berkurang setelah 2 hari
- Bila demam disertai dengan kaku leher
- Bila demam disertai gejala-gejala lain yang berkaitan dengan demam seperti : ruam kulit,
  sakit tenggorokan berat, batuk dengan dahak berwarna hijau, sakit telinga, sakit perut, diare,
  sakit bila buang air kecil atau
  terlalu sering buang air kecil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang, pingsan
- Bila terjadi demam setelah melahirkan atau keguguran

Komplikasi Demam : 
Komplikasi yang serius dari demam jarang terjadi, dapat berupa :
- Dehidrasi
- Delirium/berkunang-kunang
- Seizerus
- coma
- Irreversible neruologic
- Muscle damage

Obat demam :
Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan demam :
1. Parasetamol/Asetaminofen
    a. Kegunaan obat
        Menurunkan demam, mengurangi rasa sakit
    b. Hal yang harus diperhatikan
        - Dosis harus tepat, tidak berlebihan, bila dosis berlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi
          hati dan ginjal.
        - Sebaiknya diminum setelah makan
        - Hindari penggunaan campuran obat demam lain karena dapat menimbulkan overdosis.
        - Hindari penggunaan bersama dengan alkohol karena meningkatkan risiko gangguan fungsi hati.
        - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita gagal ginjal.
    c. Kontra Indikasi
       Obat demam tidak boleh digunakan pada :
       - penderita gangguan fungsi hati
       - penderita yang alergi terhadap obat ini
       - pecandu alkohol
    d. Bentuk sediaan
        Tablet 100 mg
        Tablet 500 mg
        Sirup 120 mg/5ml
    e. Aturan pemakaian
        Dewasa : 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari, (setiap 4 – 6 jam)
        Anak : o) 0 – 1 tahun : ½ - 1 sendok teh sirup, 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
                   o) 1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup, 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
                   o) 6-12 tahun : ½ - 1 tablet (250-500 mg), 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
2. Asetosal (Aspirin)
    a. Kegunaan obat
        Mengurangi rasa sakit, menurunkan demam, antiradang
    b. Hal yang harus diperhatikan
        - Aturan pemakaian harus tepat, diminum setelah makan atau bersama makanan untuk mencegah
           nyeri dan perdarahan lambung.
        - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, ibu hamil, ibu
           menyusui dan dehidrasi
        - Jangan diminum bersama dengan minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko
           perdarahan lambung.
        - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita yang menggunakan obat hipoglikemik,    
           metotreksat, urikosurik, heparin, kumarin, antikoagulan, kortikosteroid, fluprofen, penisilin
           dan vitamin C.
    c. Kontra Indikasi
        Tidak boleh digunakan pada:
         - Penderita alergi termasuk asma
         - Tukak lambung (maag) dan sering perdarahan di bawah kulit
         - Penderita hemofilia dan trombositopenia
    d. Efek samping
        - Nyeri lambung, mual, muntah
        - Pemakaian dalam waktu lama dapat menimbulkan tukak dan perdarahan lambung
    e. Bentuk Sediaan
        Tablet 100 mg
        Tablet 500 mg
     f. Aturan pemakaian
        Dewasa : 500 mg setiap 4 jam (maksimal selama 4 hari)
        Anak : 2 – 3 tahun : ½ - 1 ½ tablet 100 mg, setiap 4 jam
                   4 – 5 tahun : 1 ½ - 2 tablet 100 mg, setiap 4 jam
                   6 – 8 tahun : ½ - ¾ tablet 500 mg, setiap 4 jam
                   9 – 11 tahun : ¾ - 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam
                   > 11 tahun : 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam
3. Ibuprofen

Flu

Flu adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas. Orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Flu ditularkan melalui percikan udara pada saat batuk, bersin, dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung/mulut.

Gejala- Gejala Flu :
- Demam, sakit kepala, nyeri otot
- Mata berair
- Batuk, bersin, hidung berair
- Sakit tenggorokan

Penyebab Flu : 
- Infeksi saluran pernapasan bagian atas oleh virus influenza

Hal yang dapat dilakukan jika terserang flu  :
- Istirahat yang cukup
- Meningkatkan gizi makanan dengan protein dan kalori yang tinggi.
- Minum air yang banyak dan makan buah segar yang banyak mengandung vitamin
- Minum obat flu untuk mengurangi gejala/keluhan
- Periksa ke dokter bila gejala menetap sampai lebih dari 3 hari

Obat yang dapat digunakan ketika terserang flu :
1. Antihistamin
    Antihistamin dapat menghambat kerja histamin yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Obat yang
    tergolong antihistamin antara lain : Klorfeniramin maleat (CTM), Difenhidramin HCl.
    a. Kegunaan obat
        Anti alergi
    b. Hal yang harus diperhatikan
        - Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
        - Hindari penggunaan bersama minuman beralkohol atau obat tidur
        - Hati-hati pada penderita glaukoma dan hipertropi prostat atau menta saran doker
    c. Efek samping
        - Mengantuk, pusing, gangguan sekresi saluran napas
        - Mual dan muntah (jarang)
    d. Aturan pemakaian
        Klorfeniramin maleat (CTM)
        - Dewasa : 1 tablet (2 mg) 6-8 jam
        - Anak     : < 12 tahun 1/2 tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam
        Difenhidramin HCl
        - Dewasa : 1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam
        - Anak     : 1/2 tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam
2. Oksimetazolin (tetes hidung)
    a. Kegunaan obat
        Mengurangi sekret hidung yang menyumbat
    b. Hal yang harus diperhatikan
        - Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
        - Hati-hati sewaktu meneteskan ke hidung, dosis tepat dan masuknya ke lubang hidung harus tepat,
           jangan mengalir ke luar atau tertahan
        - Tidak boleh digunakan lebih dari 7-10 hari
        - Segera minum setelah menggunakan obat, karena air dapat mengencerkan obat yang tertelan.
        - Ujung botol obat dibilas dengan air panas setiap kali dipakai
    c. Efek samping
        - Merusak mukosa hidung karena hidung tersumbat makin parah
        - Rasa terbakar, kering, bersin, sakit kepala, sukar tidur, berdebar
    d. Kontra indikasi
        Obat tidak boleh digunakan pada :
        - Anak berumur di bawah 6 tahun, karena efek samping yang ditimbulkan lebih parah
        - Ibu hamil muda
    e. Aturan pemakaian
        - Dewasa dan anak di atas 6 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,05% setiap lubang hidung
        - Anak : 2-5 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,025% setiap lubang hidung
        - Obat digunakan pada pagi dan menjelang tidur malam, tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24 jam
3. Dekongenstan oral
    Dekongenstan mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat dekongenstan oral antara
    lain :fenilpropanolamin, fenilefrin, pseudoefedrin, dan efedrin. obat tersebut pada umumnya
    merupakan salah satu dalam komponen obat flu.
    a. Kegunaan obat
        Mengurangi hidung tersumbat
    b. Hal yang harus diperhatikan
        Hati-hati pada penderita diabet jubenil karena dapat meningkatkan kadar gula darah, penderita tiroid,
        hipertensi, gangguan jantung dan penderita yang menggunakan antidepresi. Mintalah saran dokter atau
        Apoteker
    c. Kontra indikasi
        Obat tidak boleh digunakan pada penderita insomnia (sulit tidur), pusing, tremor, aritmia, dan penderita
        yang menggunakan MAO (mono amin oksidase) inhibitor
    d. Efek samping
        - Menaikkan tekanan darah
        - Aritmia terutama pada penderita penyakit jantung dan pembuluh darah
    e. Aturan pemakaian
        Fenilpropanolamin
        Dewasa                      : maksimal 15 mg per takaran 3-4 kali sehari
        anak-anak 6-12 tahun : maksimal 7,5 mg per takaran 3-4 kali sehari
        Fenilefrin
        Dewasa                     : 60 mg per takaran 3-4 kali sehari
        anak-anak 2-5 tahun : 15 mg per takaran 3-4 kali sehari
                       6-12 tahun : 30 mg per takaran 3-4 kali sehari
        Efedrin
        Dewasa                      : 25-30 mg per takaran 3-4 kali sehari
        anak-anak 6-12 tahun : sehari 3 mg/kg BB, dibagi dalam 4-6 dosis yang sama
4. Antitisuf/ekspektoran
5. Antipiretik dan Analgesi (obat penurun panas dan penghilang rasa nyeri)

Minggu, 09 Oktober 2011

Batuk

Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran pernafasan. Bila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang saluran pernapasan, otomatis akan batuk untuk mengeluarkan atau menghilangkan benda tersebut. Batuk biasanya merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas (misalnya batuk pilek, flu) dimana sekresi hidung dan dahak merangsang saluran pernapasan. Batuk juga merupakan cara untuk menjaga jalan pernafasan tetap bersih. Ada dua jenis batuk, yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak dari batang tenggorokan. Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai keluarnya dahak
1. Gejala-Gejala :
    - Pengeluaran udara dari saluran pernapasan secara kuat, yang mungkin disertai dengan pengeluaran 
       dahak.
    - Tenggorokan sakit dan gatal
2. Penyebab 
    Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
    a. infeksi
       Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan. Misal flu, bronkhitis, dan 
       penyakit yang cukup serius meskipun agak jarang yaitu pneumonia, TBC dan kanker paru-paru
    b. Alergi
       - Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan
          misal : debu, asap, cairan dan makanan
       - Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan
          misal : rinitis alergika, batuk pilek
       - Penyempitan saluran pernapasan, misal pada penyakit asma
3. Hal yang dapat dilakukan
    a. Minum banyak cairan (air atau sari buah) akan menolong membersihkan tenggorokan, jangan minum 
        soda atau kopi
    b. Hentikan kebiasaan merokok
    c. Hindari makanan yang merangsang tenggorokan (makanan dingin atau berminyak) dan udara malam
    d. Madu dan tablet hisap pelega tenggorokan dapat menolong meringankan iritasi tenggorokan dan
        dapat membantu mecegah batuk kalau tenggorkan anda kering atau perih
    e. Hirup uap air panas (dari semangkuk air panas) untuk mencairkan sekresi hidung yang kental supaya 
        mudah dikeluarkan. Dapat juga ditambahkan sesendok teh balsam/minyak atsiri untuk membuka 
        sumbatan saluran pernapasan
    f. Minum obat batuk yang sesuai
    g. Bila batuk lebih dari 3 hari belum sembuh segera hubungi dokter
    h. Pada bayi dan balita bila batuk disertai napas cepat atau sesak harus segera dibawa ke dokter atau 
        pelayanan kesehatan
4. Obat yang dapat digunakan
    Obat batuk dibagi menjadi 2 yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitisuf (penekan batuk)
    a. Obat batuk berdahak (ekspektoran)
        1. Gliseril Guaiakolat
            a. Kegunaan obat
                Mengencerkan lendir saluran napas
            b. Hal yang harus diperhatikan
                Hati-hati atau minta saran dokter untuk penggunaan bagi anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil
            c. Aturan pemakaian
                - Dewasa : 1-2 tablet (100-200mg), setiap 6 jam atau 8 jam sekali
                - Anak     :  2-6 tahun         : 1/2 tablet (50mg) setiap 8 jam
                                  6-12 tahun       : 1/2-1tablet (50-100mg) setiap 8 jam
        2. Bromheksin
            a. Kegunaan obat 
                Mengencerkan lender saluran napas
            b. Hal yang harus diperhatikan
                Konsultasikan ke dokter atau apoteker untuk penderita tukak lambung dan wanita hamil 3 bulan 
                pertama
            c. Efek samping
                Rasa mual, diare dan perut kembung ringan
            d. Aturan pemakaian
                Dewasa : 1 tablet (8 mg) diminum 3 x sehari (setiap 8 jam)
                Anak     : Di atas 10 tahun         : 1 tablet (8 mg) diminum 3 kali sehari (setiap 8 jam)
                               5-10 tahun                 : 1/2 tablet (4mg) diminum 2 kali sehari (setiap 12 jam)
        3. Kombinasi Bromheksin dengan Gliseril Guaiakolat
            a. Kegunaan obat
                Mengencerkan lendir saluran napas
            b. Hal yang harus diperhatikan :
                - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi anak di bawah 2 tahun
                - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderta tukak lambung
                - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi ibu hamil
            c. Efek samping 
                Rasa mual, diare, kembung ringan
        4. Obat Batuk Hitam (OBH)
            Dosis :
            Dewasa : 1 sendok makan (15ml) 4 x sehari (setiap 6 jam) 
            Anak     : 1 sendok teh (5ml) 4 x sehari (setiap 6 jam)
    b. Obat Penekan Batuk (Antitusif)
        1. Dekstrometorfan HBr (DMP HBr)
            a. Kegunaan obat
                Penekan batuk cukup kuat kecuali batuk akut yang berat
            b. Hal yang harus diperhatikan
                - Hati-hati atau minta saran dokter untuk penderita hepatitis
                - Jangan minum obat ini bersamaan obat penekan susunan saraf pusat
                - Tidak digunakan untuk menghambat keluarnya dahak
            c. Efek samping
                - Efek samping jarang terjadi. Efek samping yang dialami ringan seperti mual dan pusing
                - Dosis terlalu besar dapat menimbulkan depresi pernapasan
            d. Aturan pemakaian
                - Dewasa : 10-20 mg setiap 8 jam
                - Anak     : 5-10 mg setiap 8 jam
                - Bayi      : 2,5-5 mg setiap 8 jam
        2. Difenhidramin HCl
            a. Kegunaan obat
                Penekan batuk dan mempunyai efek antihistamin (antialergi)
            b. Hal yang harus diperhatikan
                - Karena menyebabkan kantuk, jangan mengoperasikan mesin / kendaraan selama meminum
                  obat ini
                - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderta asma, Ibu hamil, ibu menyusui dan 
                   bayi/anak
            c. Efek Samping
                Pengaruh pada kardiovaskular dan SSP (sistem saraf pusat) seperti sedasi, sakit kepala,
                gangguan psikomotor, gangguan darah, gangguan saluran cerna, reaksi alergi, efek
                antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, pandangan kabur dan gangguan saluran
                cerna, palpitasi dan aritmia, hipotensi, reaksi hipersensitivitas, ruam kulit, reaksi fotosensitivitas,
                efek ekstrapiramidal, bingung, depresi, gangguan tidur, tremor, konvulsi, berkeringat dingin,
                kelainan darah, disfungsi hepar dan rambut rontok
            d. Aturan Pakai
                - Dewasa  : 1-2 tablet (25-50 mg) setiap 8 jam
                - Anak      : 1/2 tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam