Tampilkan postingan dengan label Packaging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Packaging. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Plastik

Plastik sudah tidak asing lagi digunakan sebagai bahan pengemas. Hampir setiap bahan pengemas menggunakan bahan yang terbuat dari plastik. Dari botol minuman, makanan hingga plastik kresek untuk membawa barang belanjaan. Yang menjadi alasan plastik digunakan untuk bahan pengemas antara lain :
1.  Mudah dibentuk dan didesain
2.  Mutu tinggi
3.  Tahan pecah atau aman.
4.  Ringan
5.  Dapat diproduksi secara masal dan memiliki harga relatif murah.
Selain memiliki berbagai keunggulan yang telah disebutkan di atas, tentunya plastik juga memiliki kekurangan. Kekurangan plastik muncul bila digunakan sebagai kemasan pangan antara lain :
1.  Untuk jenis tertentu ( misalnya PE, PP, PVC) tidak tahan panas
2.  Berpotensi melepaskan migran berbahaya yang berasal dari sisa monomer dari polimer
3.  Plastik merupakan bahan yang sulit terbiodegradasi sehingga mencemari lingkungan.

Secara gari besar plastik dibagi menjadi 2 golongan besar :
1.  Thermoplastik 
     Thermoplastik mempunyai sifat dapat diubah bentuknya jika dipanaskan
     Contoh : (PVC, PE, Poliamida)
2.  Duroplastik / Thermosetting plastic 
     Thermosetting plastic mempunyai sifat hanya dapat dibentuk satu kali saja
     Contoh : Harsa fenol, Poliester.

Menurut Cara Pebentukan, plastik dibagi menjadi tiga :
1.  Polimerisasi
2.  Poliadisi
3.  Polikondensasi

Jenis-Jenis Plastik :
1.  Poliolefin
     Poliolefin dibuat berdasarkan kemampuan atom karbon dari molekul olefin untuk berikatan secara seri
1.A.  Polietilen ( PE )
         1)  Menurut cara pembentukan :
              -  PE Tekanan Tinggi (PET)
              -  PE Tekanan Rendah (PER)
         2)  Keuntungan Polietilen
              -  Elastisitas tinggi
              -  Fleksibilitas tinggi
        3)  Tiga Tipe Dasar Polietilen (PE)
              -  Linear Low Density Polietilen (LLDPE)
              -  Low Density Polietilen (LDPE)
              -  High Density Polietilen (HDPE)
         Sifat Polietilen :
         1)  Ringan
         2)  Inert
         3)  Impermiable terhadap uap air dan oksigen
         4)  Mudah dibentuk tanpa "Plasticizer"
         5)  Dapat di autoclave sampai 118 C
         6)  Mudah ditusuk jarum
1.B.  Polipropilen
         Keuntungan : 1)  Sifat kekompakannya baik
                              2)  Kekerasan baik
                              3)  Kekakuan ( Rigid ) baik
                              4)  Mantap dalam panas
         Kelemahan :  1)  Kerapuhan pada suhu 0 C
                              2)  Tidak Transparan
         Kelemahan tersebut dapat dihindari dengan "Kopolimerisasi" antar propilen dengan etilen.
         Kegunaan  : Material Wadah untuk box
1.C.  Politetrafluoroetilen
         Keuntungan : 1)  Sangat resisten terhadap suhu -280 C
                              2)  Mantap terhadap pengaruh kimia
                              3)  Tidak menarik lembab
         Kekurangan : Daya lekat rendah
         Kegunaan : Materi penutup botol
2.  Senyawa Polivinil (PVC)
3.  Poliester
4.  Poliamida (PA)
5.  Polistiren (PS)
6.  Poliakrilat, Polimetakrilat
7.  Harsa fenol, Harsa Melamin
8.  Harsa Epoksida
9.  Poliuretan
10.  Silikon

Minggu, 16 Desember 2012

Bahan Pengemas

Definisi Bahan Pengemas
       Bahan pengemas adalah setiap bahan termasuk bahan cetakan yang digunakan dalam pengemasan produk farmasi.

Fungsi Bahan Pengemas :
-  Sebagai wadah selama penyimpanan, distribusi/transportasi
-  Melindungi produk di dalamnya
-  Penampilan dan penggunaan
-  Memberikan identifikasi dan informasi
-  Memberikan kenyamanan penggunaannya

Persyaratan Bahan Pengemas :
1. Harus tidak reaktif, additif atau absortif sehingga dapat mempengaruhi keamanan,
    identitas, kekuatan, kualitas dan kemurnian dari produk.
2. Harus dapat melindungi produk terhadap faktor luar selama penyimpanan dan
    penggunaan, yang dapat mempengaruhi atau mengkontaminasi produk.
3. Harus bersih dan bila untuk produk steril harus disterilkan dan dibebas pirogenkan untuk
    menjamin kesesuaian dengan penggunaannya.

Rancangan penggunaan bahan pengemas tergantung pada :
1. Jenis produk
2. Cara pemberian
3. Ketersediaan bahan dan kompaktibilitasnya terhadap produk yang dikemas
4. Ketersediaan peralatan untuk mendapatkan produk jadi yang diharapkan
5. Bagaimana pengemasan dilaksanakan
6. Bagaimana membuktikan konsistensi kualitas produk dapat dicapai.

Bahan dan sistem yang digunakan sebagai pengemas :
1. Gelas
    Contoh : botol, vial, ampul, cartridge, syringe.
    Merupakan barier yang bagus untuk semua jenis gas, cair dan kontaminan mikroba.
    Dapat berwarna.
    Kelemahan pada tutup (kecuali pada ampul)
2. Metal
    Contoh : kaleng, collapsible tube, valve, tutup, foil.
    Merupakan barier yang bagus untuk semua jenis gas, cairan, dan kontaminan mikroba
    Kelemahan pada tutup, beberapa dapat berkarat pada kondisi lembab dan adanya oksigen
3. Kertas dan karton
    Digunakan untuk bahan pengemas sekunder dan tertier seperti label, leaflet, karton dan kotak
4. Plastik dan elastomer
    Contoh : botol, jar, ampul, tutup, film, sheet, label, shrink sleeve, tube.
    Sifat barier sangat beragam bergantung pada jenis plastiknya.
    Harus diketahui bagaimana sifat barier terhadap kelembaban, uap dan gas agar diperoleh
    pilihan yang optimum

Kriteria Pemilihan Bahan Pengemas Primer :
1. Komposisi kemasan harus mempunyai sifat maksimum kompatibel (secara fisika dan kimia)
    terhadap formulasi produk dan tidak menyebabkan formulasi berubah (stabil)
2. Penanganan apa yang akan /harus dilakukan terhadap kemasan sebelum digunakan
3. Komposisi formulasi produk.

Interaksi Bahan Pengemas-Produk :
Interaksi antara bahan pengemas dengan produk yang dikemas sangat mungkin terjadi karena tidak ada sistem wadah-tutup yang inert secara total. Reaksi interaksi yang mungkin terjadi :
1. Sorbsi (adsorbsi, absorpsi, desorpsi, resorpsi)
    Faktor-faktor yang mempengaruhi sorpsi :
    a. Efek konsentrasi
    b. Koefisien partisi
        Koefisien partisi merupakan ukuran dari afinitas relatif dari solute terhadap fase organik
        Makin tinggi koefisien partisi maka sorpsi semakin cepat
    c. pH Larutan
        Obat yang tidak terionkan (lipofilik) sangat mudah disorpsi oleh plastik
        Beberapa buffer lebih mudah diabsorpsi
    d. Efek temperatur
        Pada suhu tinggi, kecepatan difusi bertambah.
2. Leaching
    Leaching adalah komponen bahan pengemas berpindah dari wadah-tutup ke dalam formulasi
    produk pada kondisi normal selama umur produk
3. Permeasi

Beberapa contoh interaksi obat dan plastik :
1. Insulin akan diabsorbsi oleh permukaan gelas secara reversible terutama pada pH netral.
    Dengan adanya glukosa maka adsorpsi akan lebih tinggi dibandingkan dengan adanya
    salin. Adanya albumin atau sejenis gelatin (polygelin) akan menurunkan adsorpsi;
    dalam 2 hari : PVC - 80%; gelas-15%
2. Nitrogliserin lebih baik menggunakan botol gelas dan syringe gelas
3. Diazepam : selama 24 jam dalam gelas kehilangan 80% dan dalam PVC kehilangan 60%