Tampilkan postingan dengan label Susah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Mengatasi Bayi Susah BAB

type='html'>
Bayi yang susah BAB merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Jika bayi Anda mengalami susah buang air besar, itu disebabkan karena konstipasi atau sembelit pada bayi yaitu suatu kondisi yang sering dialami dimana tinja bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Konstipasi pada bayi tentunya memiliki gejala-gejala sehingga terjadi demikian.

Gejala-gejalanya yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Bayi akan sering menangis atau rewel yang disebabkan karena sulitnya BAB.
  • Nyeri disekitar anus
  • Perutnya kembung
  • Muntah-muntah
  • Perut bayi akan terasa keras jika diraba
  • Tinja keras yang disertai dengan darah
  • Berat badan tidak naik

Jika terdapat darah dibagian luar tinja dari bayi Andi, itu disebabkan karena adanya luka pada anusnya, itu terjadi karena gesekan keras dari tinja sehingga melukai permukaan anus pada bayi.

Berikut beberapa penyebab bayi susah BAB:

Faktor Susu
Bayi yang sering diberi susu formula akan mengalami susah BAB, itu disebabkan karena kandungan lemak dan protein yang terdapat pada susu formula tersebut. Belum lagi kandungan fosfor dan kalsium yang terlalu tinggi yang menyebabkan air pada tinja terserap ke dinding. Coba bandingkan dengan bayi diberi ASI ekslusif maka akan jarang sembelit, karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mudah dicerna. Didalam ASI terdapat beberapa bakteri yang baik yang dapat mengurangi protein yang susah untuk dicerna oleh bayi sehingga tinja yang dikeluarkan tidak susah dan mudah. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI dapat membuat bayi tidak dapat buang air sebesar bisa sampai 3-4 hari. Karena ASI diserap tubuh dengan baik, sehingga kotoran yang dikeluarkan sangat sedikit.

Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Bayi yang sulit BAB kemungkinan juga disebabkan pada saat bayi mulai diberikan makanan pendamping, dan biasanya mulai dikenal disaat usia bayi sudah 4 bulan. Sehingga konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

Dehidrasi atau Kurang Cairan
Bayi yang mendapat ASI tidak akan dehidrasi karena dapat menyusu langsung dan mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Sementara pada bayi yang mendapatkan susu formula, susu yang didapat terbatas pada banyaknya jumlah susu yang berada di dalam botolnya. Bayi yang mulai mendapatkan makanan padat juga membutuhkan cairan lebih banyak terutama untuk mengolah makanan yang cukup keras seperti wortel. Bila Anda tidak menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, maka hal ini dapat menyebabkan bayi konstipasi.

Berikut ini cara mengatasi bayi susah BAB:

  1. Jika Anda menggunakan susu formula untuk bayi Anda, maka yang harus diperhatikan adalah takaran pengecerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental. Kalau bisa, mintalah saran dari dokter mengenai susu yang tepat pada bayi Anda
  2. Oleskan pada anus bayi dengan minyak bayi
  3. Pijat perut bayi dengan lembut mulai dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Gunakan krim atau minyak pijat bayi untuk memudahkan Anda saat memijat bayi.
  4. Baringkan bayi Anda dalam keadaan telentang dan lakukan gerakan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.
  5. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga memperlancar BAB. Buah yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah pisang karena dapat memperkeras tinja.

Demikianlah tadi info mengenai bayi susah BAB, mudah-mudahan info yang diberikan sangat bermanfaat bagi yang membacanya. Baca juga info kesehatan lainnya mengenai cara melangsingkan badan.

View the original article here



Peliculas Online

Jumat, 28 Maret 2014

Mengatasi Bayi Susah BAB

type='html'>
Bayi yang susah BAB merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Jika bayi Anda mengalami susah buang air besar, itu disebabkan karena konstipasi atau sembelit pada bayi yaitu suatu kondisi yang sering dialami dimana tinja bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Konstipasi pada bayi tentunya memiliki gejala-gejala sehingga terjadi demikian.

Gejala-gejalanya yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Bayi akan sering menangis atau rewel yang disebabkan karena sulitnya BAB.
  • Nyeri disekitar anus
  • Perutnya kembung
  • Muntah-muntah
  • Perut bayi akan terasa keras jika diraba
  • Tinja keras yang disertai dengan darah
  • Berat badan tidak naik

Jika terdapat darah dibagian luar tinja dari bayi Andi, itu disebabkan karena adanya luka pada anusnya, itu terjadi karena gesekan keras dari tinja sehingga melukai permukaan anus pada bayi.

Berikut beberapa penyebab bayi susah BAB:

Faktor Susu
Bayi yang sering diberi susu formula akan mengalami susah BAB, itu disebabkan karena kandungan lemak dan protein yang terdapat pada susu formula tersebut. Belum lagi kandungan fosfor dan kalsium yang terlalu tinggi yang menyebabkan air pada tinja terserap ke dinding. Coba bandingkan dengan bayi diberi ASI ekslusif maka akan jarang sembelit, karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mudah dicerna. Didalam ASI terdapat beberapa bakteri yang baik yang dapat mengurangi protein yang susah untuk dicerna oleh bayi sehingga tinja yang dikeluarkan tidak susah dan mudah. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI dapat membuat bayi tidak dapat buang air sebesar bisa sampai 3-4 hari. Karena ASI diserap tubuh dengan baik, sehingga kotoran yang dikeluarkan sangat sedikit.

Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Bayi yang sulit BAB kemungkinan juga disebabkan pada saat bayi mulai diberikan makanan pendamping, dan biasanya mulai dikenal disaat usia bayi sudah 4 bulan. Sehingga konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

Dehidrasi atau Kurang Cairan
Bayi yang mendapat ASI tidak akan dehidrasi karena dapat menyusu langsung dan mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Sementara pada bayi yang mendapatkan susu formula, susu yang didapat terbatas pada banyaknya jumlah susu yang berada di dalam botolnya. Bayi yang mulai mendapatkan makanan padat juga membutuhkan cairan lebih banyak terutama untuk mengolah makanan yang cukup keras seperti wortel. Bila Anda tidak menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, maka hal ini dapat menyebabkan bayi konstipasi.

Berikut ini cara mengatasi bayi susah BAB:

  1. Jika Anda menggunakan susu formula untuk bayi Anda, maka yang harus diperhatikan adalah takaran pengecerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental. Kalau bisa, mintalah saran dari dokter mengenai susu yang tepat pada bayi Anda
  2. Oleskan pada anus bayi dengan minyak bayi
  3. Pijat perut bayi dengan lembut mulai dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Gunakan krim atau minyak pijat bayi untuk memudahkan Anda saat memijat bayi.
  4. Baringkan bayi Anda dalam keadaan telentang dan lakukan gerakan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.
  5. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga memperlancar BAB. Buah yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah pisang karena dapat memperkeras tinja.

Demikianlah tadi info mengenai bayi susah BAB, mudah-mudahan info yang diberikan sangat bermanfaat bagi yang membacanya. Baca juga info kesehatan lainnya mengenai cara melangsingkan badan.

View the original article here

Senin, 22 April 2013

Mengatasi Insomnia atau Susah Tidur

type='html'>
Info Kesehatan kali ini mengenai bagaimana Mengatasi Insomnia, tapi sebelumnya kami akan memberikan pengetahuan secara luas mengenai insomnia. Insomnia merupakan suatu persepsi dimana seseorang merasa tidak cukup tidur atau merasakan kualitas tidur yang buruk sehingga mengakibatkan perasaan yang tidak bugar sewaktu atau setelah bangun tidur.

Insomnia sering diakibatkan oleh penggunaan zat atau obat tertentu mis, kopi, alkohol, obat antidepresi dll. Selain itu insomnia dapat juga merupakan gejala berbagai gangguan jiwa dari yang ringan hingga yang berat, mis depresi, cemas, maupun spikosis (gangguan jiwa yang penderitanya sulit membedakan realita dan khayalan).

Insomnia terbagi atas 3 jenis yaitu: 

  1. Jenis transient (cepat berlalu), insomnia jenis ini hanya terjadi beberapa malam saja 
  2. Jenis jangka pendek, insomnia ini berlangsung sampai beberapa minggu dan biasanya akan kembali seperti biasa 
  3. Jenis kronis (parah), jenis insomnia ini merupakan gangguan tidak dapat tidur yang berlangsung lebih dari 3 minggu. 

Penyebab Insomnia antara lain: 

  1. Faktor Psikologi Stres yang berkepanjangan paling sering menjadi penyebab dari Insomnia jenis kronis, sedangkan berita buruk, gagal rencana dapat menjadi penyebab insomnia transient. 
  2. Problem Psikiatri Depresi paling sering ditemukan. Kamu bangun lebih pagi dari biasanya yang tidak kamu ingini, adalah gejala paling umum dari awal depresi , Cemas ,Neorosa, dan gangguan psikologi lainnya sering menjadi penyebab dari gangguan tidur. 
  3. Sakit Fisik Sesak nafas pada orang yang terserang asma, sinus, flu sehingga hidung yang tersumbat dapat merupakan penyebab gangguan tidur.Selama penyebab fisik atau sakit fisik tersebut belum dapat di tanggulangi dengan baik ,gangguan tidur atau sulit tidur akan dapat tetap dapat terjadi. 
  4. Faktor Lingkungan Lingkungan yang bising seperti lingkungan lintasan pesawat jet, lintasan kereta api, pabrik atau bahkan TV tetangga dapat menjadi faktor penyebab susah tidur. 
  5. Gaya Hidup Alkohol , rokok, kopi, obat penurun berat badan, jam kerja yang tidak teratur, juga dapat menjadi faktor penyebab sulit tidur. 

Adapun cara mengatasi insomnia antara lain yaitu: 

  1. Tidurlah hanya sebanyak yang kamu perlukan untuk istirahat, atau untuk menyegarkan badan pada saat bangun tidur. 
  2. Miliki jadwal tidur yang reguler dan rasional 
  3. Jangan bekerja saat hendak tidur 
  4. Buat udara kamar tidur segar dengan ventilasi yang baik. 
  5. Kurangi suara yang tidak menyenangkan, kurang cahaya yang tidak diperlukan. 
  6. Jangan tidur dengan kondisi kamu lapar, sehingga akan membuat kamu terbangun nantinya hanya karena ingin mencari makanan. 
  7. Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti pada kopi, cola, teh dan coklat. 
  8. Percayakanlah saat waktu bangun kamu pada alarm jam kamu.Dengan sering melihat jam dikamar akan mempengaruhi reaksi emosi. 
  9. Olah raga ringan 6 jam sebelum tidur.
  10. Olah raga aerobik selama 20 menit dapat meningkatkan suhu dan metabolisme badan dan akan menurun kembali sekitar 6 jam kemudian. Penurunan metabolisme dan suhu badan dapat memungkinkan tidur nyenyak. 
  11. Hilangkan segala kecemasan , pikiran tentang rencana besok, pikiran tentang tugas yang belum selesai.

Demikianlah info kesehatan mengenai bagaimana cara mengatasi insomnia atau biasa disebut penyakit susah tidur. Info mengenai tips menghilangkan jerawat penting untuk dibaca juga.

View the original article here



Peliculas Online

Kamis, 28 Maret 2013

Mengatasi Bayi Susah BAB

type='html'>
Bayi yang susah BAB merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Jika bayi Anda mengalami susah buang air besar, itu disebabkan karena konstipasi atau sembelit pada bayi yaitu suatu kondisi yang sering dialami dimana tinja bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Konstipasi pada bayi tentunya memiliki gejala-gejala sehingga terjadi demikian.

Gejala-gejalanya yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Bayi akan sering menangis atau rewel yang disebabkan karena sulitnya BAB.
  • Nyeri disekitar anus
  • Perutnya kembung
  • Muntah-muntah
  • Perut bayi akan terasa keras jika diraba
  • Tinja keras yang disertai dengan darah
  • Berat badan tidak naik

Jika terdapat darah dibagian luar tinja dari bayi Andi, itu disebabkan karena adanya luka pada anusnya, itu terjadi karena gesekan keras dari tinja sehingga melukai permukaan anus pada bayi.

Berikut beberapa penyebab bayi susah BAB:

Faktor Susu
Bayi yang sering diberi susu formula akan mengalami susah BAB, itu disebabkan karena kandungan lemak dan protein yang terdapat pada susu formula tersebut. Belum lagi kandungan fosfor dan kalsium yang terlalu tinggi yang menyebabkan air pada tinja terserap ke dinding. Coba bandingkan dengan bayi diberi ASI ekslusif maka akan jarang sembelit, karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mudah dicerna. Didalam ASI terdapat beberapa bakteri yang baik yang dapat mengurangi protein yang susah untuk dicerna oleh bayi sehingga tinja yang dikeluarkan tidak susah dan mudah. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI dapat membuat bayi tidak dapat buang air sebesar bisa sampai 3-4 hari. Karena ASI diserap tubuh dengan baik, sehingga kotoran yang dikeluarkan sangat sedikit.

Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Bayi yang sulit BAB kemungkinan juga disebabkan pada saat bayi mulai diberikan makanan pendamping, dan biasanya mulai dikenal disaat usia bayi sudah 4 bulan. Sehingga konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

Dehidrasi atau Kurang Cairan
Bayi yang mendapat ASI tidak akan dehidrasi karena dapat menyusu langsung dan mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Sementara pada bayi yang mendapatkan susu formula, susu yang didapat terbatas pada banyaknya jumlah susu yang berada di dalam botolnya. Bayi yang mulai mendapatkan makanan padat juga membutuhkan cairan lebih banyak terutama untuk mengolah makanan yang cukup keras seperti wortel. Bila Anda tidak menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, maka hal ini dapat menyebabkan bayi konstipasi.

Berikut ini cara mengatasi bayi susah BAB:

  1. Jika Anda menggunakan susu formula untuk bayi Anda, maka yang harus diperhatikan adalah takaran pengecerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental. Kalau bisa, mintalah saran dari dokter mengenai susu yang tepat pada bayi Anda
  2. Oleskan pada anus bayi dengan minyak bayi
  3. Pijat perut bayi dengan lembut mulai dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Gunakan krim atau minyak pijat bayi untuk memudahkan Anda saat memijat bayi.
  4. Baringkan bayi Anda dalam keadaan telentang dan lakukan gerakan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.
  5. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga memperlancar BAB. Buah yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah pisang karena dapat memperkeras tinja.

Demikianlah tadi info mengenai bayi susah BAB, mudah-mudahan info yang diberikan sangat bermanfaat bagi yang membacanya. Baca juga info kesehatan lainnya mengenai cara melangsingkan badan.

View the original article here



Peliculas Online