Tampilkan postingan dengan label Farmasetika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Farmasetika. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

VAKSIN

Gambar 1. Vaksin (infoimunisasi.com)
Definisi Vaksin
Vaksin adalah sediaan yang mengandung antigen dapat berupa kuman mati, kuman inaktif atau kuman hidup yang dilumpuhkan virulensinya, digunakan untuk menimbulkan kekebalan aktif dan khas terhadap infeksi kuman atau toksin.

Bahan Pembuatan :
Vaksin dibuat dari virus, bakteri atau toksin.

Bagaimana Pembuatan Vaksin :
Langkah pertama adalah membuat organisme (disebut patogen) yang memproduksi penyakit. Patogen merupakan virus atau bakteri. Virus dan bakteri bisa diproduksi dalam jumlah yang banyak di laboratorium dengan menyebarkan pertumbuhan sel kultur jaringan. Patogen kemudian harus diubah agar tidak memicu penyakit itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:
  • Melemahkan atau ‘menipiskan’ dengan cara menumbuhkannya dengan cepat untuk segera memilih jaringan yang kurang berbahaya. Vaksin cacar dan gondok sebagai contohnya.
  • Mengeluarkan bagian Patogen yang menyebabkan respon imun dan menggunakannya ke dalam vaksin.
  • Menggunakan toksin yang dibuat Patogen dan mematikannya. Contohnya Vaksin tetanus.
Patogen yang diubah kemudian dikombinasikan dengan unsur-unsur yang lain, hasilnya misalkan penstabil dan pengawet, untuk memproduksi vaksin dengan banyak. (infoimunisasi.com)


Penyimpanan Vaksin :
Vaksin cair pada suhu 2 C dan 10 C
Vaksin kering pada suhu tidak lebih dari 8 C

Fungsi Vaksin :
Dapat digunakan untuk menimbulkan kekebalan aktif dan khas terhadap infeksi kuman

Contoh Vaksin :
Vaksin OPV (Oral Polio Vaccine)
Vaksin IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines atau vaksin polio khusus)

Sabtu, 08 Oktober 2011

EVOLUSI FARMASI

Sebelum Masehi
          2000  Tablet Tanah Sumerian resep tertua yg brp tulisan:   carpenter plant, gum resin markasi & thymi 
          1500   Papyrus Ebers, tulisan kertas, pjg 60 feet,lebar 1 f, berisi 800 formula, 700 obat tumbuhan, mineral, hewan, lumpang, ayakan, timbangan                 
Pengantar Pandangan Ilmiah
          460 SM Hipokrates, dokter Yunani, memperkenalkan farmasi & kedokteran scr ilmiah. Sumpah Hipokrates: tata cara & perilaku profesi penyembuhan, bpk ilmu kedokteran, istilah farmakon : obat yg dimurnikan utk kebaikan.
          50 M  Dioscorides dokter Yunani yg I menggunakan ilmu tumbuhan, menulis De Materia Medika, ilmu farmakognosi : standarisasi simplisia, membuat : aspidium, opium, ergot, hyosyamus, cinnamomi
          150 M      Galen Membuat campuran obat dg penyarian (sediaan galenik), Galen cerat’s
          Farmasi merup. fgs dr kedokteran ad meningkatnya jumlah & jenis obat, smkn rumit cara pembuatannya
Farmasi terpisah dr Kedokteran
          1240 M  Two Sicilies
          Dekrit Raja Jerman Frederick II
  Farmasi membutuhkan ilmu, ketrampilan, inisiatif & tanggungjawab khusus utk  menghasilkan produk yg memadai utk manusia
Pengaruh Ilmu Kimia
          1529 M  Paracelsus Dokter dan ahli kimia Swiss memperkenalkan sejumlah besar  zat kimia utk dipakai sbg obat  internal
          1742 M  Karl Wilhelm Scheele ahli farmasi Swedia, penemu : asam laktat, asam sitrat, oksalat,    tatrat, arsenat. Identifikasi : gliserin, asm benzoat, oksigen      
          1783 M  Friedrich Serturner, Farmasis Jerman isolasi morfin dr opium
          1795 M J. Caventou & J. Pelletier Isolasi kinin & sinkonin dr sinkona Striknin & brucin dr nuks vomica
          1646 W. Davis First operating apotery shop
          1820 USP I
          1821 Philadelphia College of Pharmacy
          1823 Massachusetts College of P.
          1825 American Jurnal of P.
          1826  Balard –Bromine Hemel – etanol
          1826 Perusahaan Farmasi I berdiri
          1828 Wohler – urea
          1829 New York College of P.
          1831 Liebig & Soebiran- cloroform
          1848 Etika Farmasis Amerika
          1852 APA
          1865 Confrensi Farmasis Internas. I
          1902 Farmakope Internasional I 
Perubahan Profesi Farmasi
          Tahap Tradisional (sblm 1960)
Fungsi farmasis : menyediakan, membuat & mendistribusikan obat Melibatkan seni & ilmu pembuatan obat dr sumber alam atau sintetik mjd sediaan/produk yg sesuai utk mencegah, mendiagnosa atau mengobati penyakit.
          Tahap Transisional
          Th. 1960-1970
          Timbul karena sebagian besar pembuatan obat dr industri
          Penyiapan resep racikan dpt dilakukan asisten apoteker
          Tahap Masa Kini
          kedokteran cenderung mkn spesialistis
          Obat-obat baru yg efektif scr terapetik berkembang pesat
          Peningkatan biaya kesehatan sektor publik
          Tuntutan masyarakat pd pelayanan & pertanggungjawaban medis
          Farmasis : profesi berpendidikan tinggi ttp tdk dimanfaatkan sss pendidikannya
           munculnya farmasi bangsal /farmasi klinis
           meliputi : pelayanan farmasi klinis srta pelayanan teknis/non klinis
          Tahap Pharmaceutical Care
          Pelayanan menekankan :
   Penilaian (Assesment)
   Pengembangan perencanaan perawatan (development of a care plan)
   Evaluasi 

Kamis, 29 September 2011

Sediaan Farmasi

Sediaan Farmasi

Menurut UU Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, yang dimaksud Sediaan Farmasi adalah : obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik. Hakekat obat adalah bahan atau campuran yang dipergunakan untuk diagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan atau menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badariah dan mental pada manusia atau hewan, memberbaiki badan atau bagian badan manusia.
Pengertian Tentang Istilah Obat :
Obat Tradisional adalah obat jadi atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian atau campuran obat dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman empirik.
Obat Jadi adalah obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria, atau bentuk lain, yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku lain
Obat Paten adalah obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau yang dikuasakan dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
Obat baru adalah obat yang terdiri atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat misalnya : lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, hingga tidak diketahui khasiat dan keamanannya.
Obat Essential adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak yang meliputi diagnosa, profilaksi terapi dan rehabilitasi
Obat Generik adalah obat essential yang tercantum dalam DOEN dan mutunya terjamin karena diproduksi sesuai persyaratan CPOB dan diuji ulang oleh BPOM
Obat Wajib Apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotek
Penggolongan Obat Menurut Undang-Undang
Maksud dan tujuan dari penggolangan obat ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi obat. Penggolongan obatnya :
A. Obat Bebas
     adalah obat yang dapat digunakan secara bebas tanpa perlu resep dokter tanda lingkaran
     hijau dengan garis tepi hitam 
Contoh obat bebas :
- Parasetamol
- Bedak Salycil
- Rivanol
- Vitamin
- Bodrex

B. Obat Bebas Terbatas
     adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetepi masih dapat dijual atau dibeli bebas
     tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan
     etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh obat bebas terbatas :
- CTM (Chlorpheniramin Maleat)
- Obat Anti Mabuk (antimo)
- Obat Flu (Noza, Paramex, bodrex flu dan batuk)
- Intunal
- Sanaflu

    Obat ini dikatakan terbatas karena pemberiannya dalam jumalah atau dosis dibatasi. Tanda
    peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas berupa empat persegi panjang
    warna hitam berukuran panjang 5 cm, lebar 2 cm dan memuat pemberitahuan berwarna putih.
    Tanda peringatan pada obat bebas terbatas :
 
     Sebelum menggunakan obat, termasuk obat bebas dan bebas terbatas harus diketahui sifat
     dan cara pemakaiannya agar penggunaannya tepat dan aman. Informasi tersebut dapat
     diperbolehkan dari etiket atau brosur pada kemasan obat bebas dan obat bebas terbatas
C. Obat Keras dan Psikotropika
     Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus
     Obat keras dan obat psikotropika pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran tepi
     berwarna hitam.
Contoh Obat : 
- Obat-obat diabetes
- Obat-obat golongan antibiotik
- Obat gangguan jantung
- Obat-obat antikanker
- Ketokonazol 

    Obat keras sendiri ada yang digunakan harus dengan resep dokter, ada juga yang tidak perlu
    resep dokter. Obat psikotropika merupakan obat keras yang digunakan harus dengan resep
    dokter, sedangkan Obat Wajib Apotek (OWA) juga merupakan obat keras yang dapat
    diserahkan oleh Apoteker Pengelola
    Apotek (APA) di Apotek tanpa resep dokter.
    1. Obat Psikotropika
        Obat psikotropika adalah suatu zat/obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotik,
        berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
        perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Golongan Psikotropika dapat
        digunakan setempat seperti tetes mata dan salep (Anonim, 1997). Psikotropoika yang
        mempunyai potensi mengakibatkan sindrom ketergantungan digolongkan menjadi
       1.1. Psikotropika Golongan I
              Psikotropika golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan
              (penelitian), tidak digunakan untuk tujuan pengobatan, dan mempunyai potensi
              ketergantungan yang sangat kuat.
              Contoh : Broloamfetamine, Cathinone, DET, DMA, DMHP, DMT, DOET, Eticyclidine,
                            Etrytamine, Lysergide
       1.2. Psikotropika Golongan II
              Psikotropika golongan II mempunyai khasiat terapi dan dapat digunakan dalam terapi
              dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ketergantungan yang
              kuat.
              Contoh : Amphetamine, Dexamphetamine, Fenetylline, Levamphetamine,
                            Levomethampheta-mine
       1.3. Psikotropika Golongan III
              Psikotropika golongan III berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
              dan/untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ketergantungan yang
              sedang.
              Contoh : Amobarbital, Buprenorphine, Butalbital, Cathine / norpseudo-ephedrine,
                            Cyclobarbital, Flunitrazepam, Glutethimide, Pentazocine, Pentobarbital
      1.4. Psikotropika Golongan IV
             Psikotropika golongan IV berkhasiat dalam pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
             terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunayai potensi ketergantungan
             yang ringan.
             Contoh : Allobarbital, Alprazolam, Amfepramone, Aminorex, Barbital, Benzfetamine,
                          Bromazepam, Butobarbital, Brotizolam, Camazepam, Chlordiazepoxide,
                          Clobazam, Clonazepam, Clorazepate, Clotiazepam, Cloxazolam, Delorazepam,
                          Diazepam, Estazolam, Ethchlorvynol, Ethinamate, Ethyl loflazepate,
                          Etil Amfetamine / N-ethylampetamine, Fencamfamin, Fenproporex, Fludiazepam,
                          Flurazepam, Halazepa, Haloxazolam, Ketazolam, Lefetamine
    2. Obat Wajib Apotek
        Obat Wajib Apotek (OWA) adalah obat keras yang boleh diserahkan apoteker di apotek,
        dengan syarat apoteker harus mengetahui dengan jelas kegunaan obat tersebut dan
        digunakan untuk apa, serta dicatat jumlah obat, nama serta alamat pasien.
        OWA dibagi menjadi 3 kelompok :
        2.1. Obat Wajib Apotek No. 1
               (KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 347/ MenKes/SK/VII/1990)
        2.2. Obat Wajib Apotek No. 2
               (PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 924/ MENKES/PER/X/1993)
        2.3. Obat Wajib Apotek No. 3
               (KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 1176/MenKes/SK/X/1999)
D. Obat Narkotika
     adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis
     yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
     sampai hilangnya rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Disebut juga obat daftar "O"
     artinya opiat.
  
     Penggolongan Obat Narkotik :
     1. Narkotika Golongan I
          Narkotika Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan
          pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunayai
          potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergatungan, misal Tanaman
          Papaver Somniferum L
     2.  Narkotika Golongan II
          Narkotika Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai
          pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/untuk ilmu pengetahuan serta
          mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, misalnya benzettidin,
          isometadon, metadon
     3. Narkotika Golongan III
         Narkotika Golongan III adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan
         dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
         ringan mengakibatkan ketergantungan, misalnya : etilmorfina, codeina

     Hal-hal khusus pada Obat Narkotika :
     1. Pada resep, obat narkotika harus digaris bawahi dengan tinta merah.
     2. Pada resep harus tertera alamat pasien yang jelas
     3. Pada etiket obat harus tertera etiket "Tidak Boleh diulang tanpa resep dokter"
     4. Resep obat narkotika diarsip tersediri, terpisah dari resep lainnya
     5. Penyimpanan obat narkotika harus dalam almari khusus yang sesuai dengan
         peraturan MenKes

Efek Obat 
Efek Obat adalah perubahan fungsi struktur atau proses sebagai akibat kerja obat, dimana pada hakekatnya merupakan perubahan fungsi kuantitatif yang dapat berupa :
1. Kontraksi otot
2. Sekresi oleh kelenjar
3. Pelepasan hormon
4. Perubahan aktivitas hormon
5. Kematian sel
6. Perubahan kecepatan pembelahan sel

Indikasi adalah petunjuk penggunaan obat dalam pengobatan penyakit (terapi), misalnya : primperam (antimual), Asam Mefenamat (Analgetik).
Kontraindikasi adalah keadaan yang berlawanan terhadap penggunaan terapi obat, misalnya :
1. Paracetamol, tidak diperbolehkan untuk pasien yang fungsi hatinya terganggu
2. Amoxicillin, tidak diperbolehkan untuk pasien yang sensitif terhadap penisilin

Macam-Macam Efek Obat :
1. Efek sistemik adalah efek yang diperbolehkan dari obat yang beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
2. Efek Lokal adalah efek yang hanya terjadi pada tempat dimana obat yang digunakan
3. Efek Terapi adalah efek atau aksi yang merupakan satu-satunya pada letak primer. 
    Jenis-jenis terapi :
    - Terapi Kausal adalah efek obat yang meniadakan penyebab penyakit
    - Terapi Simtomatik adalah efek obat yang menghilangkan atau meringkan gejala penyakit
    - Terapi Subtitusi adalah efek obat yang menggantikan zat yang lazim dibuat pada pada 
       orang yang sakit
4. Efek Samping adalah efek obat yang tidak diinginkan untuk tujuan efek terapi dan tidak ikut 
    pada kegunaan terapi.
5. Efek Teratogen adalah efek obat dimana pada dosis terapeutik dapat mengakibatkan cacat 
    pada janin
6. Efek Toksik adalah aksi tambahan dari obat yang lebih berat dibanding efek samping dan 
    merupakan efek yang tidak diinginkan, hal ini tergantung pada dosis yang diberikan
7. Idiosinkrasi adalah efek suatu obat yang secara kualitatif berlainan sekali dengan efen terapi 
    normalnya
8. Fotosesitasi adalah efek kepekaan yang berlebihan terhadap cahaya yang timbul akibat 
    penggunaan obat