Tampilkan postingan dengan label Kardiovaskular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kardiovaskular. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

HEPATITIS

       Istilah "hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati. Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis terdiri dari beberapa jenis : Hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Hepatitis A, B dan C adalah yang paling banyak ditemui. Manifestasi penyakit heptitis akibat virus bisa akut (Hepatitis A), kronik (Hepatitis B dan C) atau kemudian menjadi kanker hati (Hepatitis B dan C)
Pada tabel 1 memperlihatkan perbandingan virus hepatitis A, B, C, D, dan E.
Tabel 1. Perbandingan virus hepatitis
1. Hepatitis A
       Termasuk klasifikasi virus dengan transmisi secara enterik. Tidak memiliki selubung dan tahan terhadap cairan empedu. Cairan ini ditemukan di dalam tinja. Berbentuk kubus simetrik dengan diameter 27-28nm, untai tunggal (single stranded), molekul RNA linier: 7,5 kb; termasuk picomavirus, subklasifikasi heptovirus. Menginfeksi dan berreplikasi pada primata non manusia dan galur sel manusia
       Seringa kali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala ini hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Penderita hepatitis A akan menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan heptitis B dan C, infeksi heptitis A tidak berkelanjutan menjadi kronik.
       Masa inkubasi 15-50 hari, (rata-rata 30 hari). Tersebar di seluruh dunia dengan endemisitas yang tinggi terdapat di negara-negara berkembang. Penularan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A, misalnya makan buah-buahan atau sayur yang tidak dikelola/dimasak sempurna, makan kerang setengan matang, minum es batu yang prosesnya terkontaminasi. Faktor resiko Hepatitis A, meliputi :
1. Tempat-tempat penitipan/perawatan bayi atau batita,
2. Institusi untuk developmentally disadvantage,
3. Bepergian ke negara berkembang,
4. Perilaku seks oral-anal,
5. Pemakaian jarum bersama pada IDU (ijecting drug user)
       Saat ini sudah ada vaksin Hepatitis A yang memeberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama. Untuk kekebalan yang lebih panjang diperlukan suntikan vaksi beberapa kali.

2. Hepatitis B
       Manifestasi infeksi Hepatitis B adalah peradangan kronik di hati. Virus Hepatitis B termasuk yang paling sering ditemui. Distribusinya tersebar di seluruh dunia, dengan prevalensi karier di USA <1%, sedangkan di Asia 5-15%. Masa inkubasi berkisar 15-180 hari, (rata-rata 60-90 hari). Viremia berlangsung selama beberapa minggu sampai bilan setelah infeksi akut.
       Sebagian penderita Hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, tapi sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan. Sebanyak 1-5% penderita dewasa, 90% neonatus, dan 50% bayi akan berkembang menjadi hepatitis kronik dan viremia yang persisten. Orang tersebut akan terus-menerus membawa Hepatitis B dan bisa menjadi sumber penularan. Penularannya melalui darah atau transmisi seksual. Dapat terjadi lewat jarum suntik, pisau, tato, tindik, akupuntur, atau penggunaan sikat gigi bersama yang terkontaminasi, tranfusi darah, penderita hemodialisis dan gigitan manusia. Hepatitis B sangat berisiko bagi pencandu narkotika dan orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
       Gejala Hepatitis B :
1. Lemah dan Lesu
2. Kadang-kadang timbul gejal flu
3. Sakit otot
4. Mual dan muntah
5. Faringitis
6. Batuk
7. Fotofobia
8. Kurang nafsu makan,
9. Mata dan kulit kuning yang didahului dengan urin berwarna gelap.
10. Gatal-gatal di kulit, biasanya ringan dan ringan.
11. Jarang ditemukan demam.
       Bagaimana cara mencegah penularan Hepatitis B ?
1. Imunisasi Hepatitis B terhadap bayi yang beru lahir
2. Menghindari hubungan badan dengan orang yang terinfeksi
3. Hindari penyalahgunaan obat dan pemakaian bersama jarung suntik
4. Menghindari pemakaian bersama sikat gigi atau alat cukur.
5. Memastikan alat suci hama bila ingin bertato melubangi telinga atau tusuk jarung.

3. Hepatitis C
       Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi pada seseorang selama puluhan tahun dan perlahan-lahan tapi pasti merusak organ hati. Penyakit ini sekarang muncul sebagai salah satu masalah pemeliharaan kesehatan utama di Amerika Serikat, baik dalam segi mortalitas, maupun segi finansial.
       Biasanya orang-orang yang menderita penyakit Hepatitis C tidak menyadari bahwa dirinya mingidap penyakti ini, karena memang tidak ada gejala-gejala khusus. Beberapa orang berpikir bahwa mereka hanya terserang flu. Gejala yang bisa dirasakan oleh penderita Hepatitis C :
1. Demam
2. Rasa Lelah
3. Muntah
4. Sakit Kepala
5. Sakit Perut atau hilangnya selera makan

4. Hepatitis D
       Virus Hepatitis D (HDV) atau virus delta adalah virus yang unik, yakni virus RNA yang tidak lengkap, memerlukan keberadaan virus Hepatitis B untuk ekspresi dan patogenisitasnya, tetapi tidak untuk replikasinya. Bagaimana cara penularan Hepatitis D ?
1. Melalui hubungan seksual
2. Jarum suntik
3. Transfusi darah.
Gejala penyakit Hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau sanagat progresif

5. Hepatitis E
       Gejala Hepatitis E mirip dengan gejala Hepatitis A, demam, pegel linu, lelah, hilang nafsu makan, dan sakit perut. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self-limited), kecuali bila terjadi pada kehamilan, khususnya trisemester ketiga, dapat mematikan. Penularan Hepatitis E melalui air yang terkontaminasi feses.

6. Hepatitis F
       Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat Hepatitis F merupakan penykit hepatitis yang terpisah.

7. Hepatitis G
       Gejala serupa Hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan Hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan atau hepatitis kronik. Penularan Hepatitis G melalui transfusi darah dan jarum suntik.

Senin, 18 Juni 2012

Istilah-Istilah pada Hipertensi atau Darah Tinggi

Istilah-Istilah sering dijumpai pada Hipertensi atau Darah Tinggi
- Angina = Nyeri Dada
- Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor = obat yang digunakan untuk
   mengobati hipertensi dengan mencegah tubuh membuat hormone Angiotensin II. Horomone
   Angiotensin II menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang dapat menaikkan tekanan
   darah. ACE Inhibitor membiarkan pembuluh darah melebar dan membiarkan lebih banyak
   darah mengalir ke jantung, sehingga menurunkan tekanan darah. Obat-obat ini juga
   digunakan untuk mengobati gagal jantung sehingga menurunkan kongestif, untuk
   melindungi hinjal pada pasien dengan diabetes, dan untuk mengobati pasien yang telah
   terkena serangan jantung. Dapat juga digunakan untuk membantu mencegah serangan jantung
   dan stroke pada pasien dengan resiko tinggi.
- Beta-Blocker (penyekat beta) = Penyekat beta bekerja dengan memblok efek adrenalin pada
   berbagai bagian tubuh. Bekerja pada jantung untuk meringankan stress sehingga jantung
   memerlukan lebih sedikit darah dan oksigen-meringankan kerja jantung sehingga menurunkan
   tekanan darah
- Calcium Channel Blocker (CCB) = Antagonis Kalsium; obat penurun tekanan darah yang
   memperlambat pergerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding arteri (pembuluh darah
   yang membawa darah dari jantung ke jaringan)-sehingga arteri menjadi relax dan
   menurunkan tekanan dan aliran darah jantung.
- Diet DASH : The Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet- berupa diet
   dari beberapa grup makanan, termasuk lebih banyak buah, sayuran, dan makanan yang
   mengandung biji-bijian.
- Tekanan Darah Diastolik = tekanan darah terendah terhadap pembuluh darah arteri sewaktu
   jantung istirahat diantara dua denyut.
- Diuretik = salah satu obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi-diuretik bekerja pada
   ginjal untuk mengeluarkan kelebihan garam dari darah. Hal ini menaikkan aliran urine dan
   keinginan untuk urinasi, sehingga menurunkan jumlah air dalam tubuh-membantu
   menurunkan tekanan darah.
- Ekokardiogram = tes untuk melihat aliran darah secara rinci pada bilik-bilik jantung
- Elektrokardiogram (EKG atau ECG) = tes diagnostik yang mengukur aktivitas elektrik,
   kecepatan, dan ritme denyut jantung via elektroda yang dipasang di tangan, kaki, dan dada
- Hipertensi esensial = tekanan darah tinggi yang penyebab jelasnya tidak diketahui –
   kebanyakan (95 %) tekanan darah tinggi adalah hipertensi esensial
- Serangan jantung = kerusakan pada otot jantung akibat hilangnya aliran darah ke jantung.
- Hipertensi = tekanan darah tinggi
- Hipertensi emergensi = meningkatnya tekanan darah yang parah yang dapat mengarah
   kepada kerusakan organ, termasuk encephalopathy (kerusakan otak), serangan jantung,
   gagal jantung, stroke hemorhagik (pendarahan ke otak), eklampsia (kondisi dimana ibu
   hamil mengalami retensi air, hipertensi, protein di urin, dan kejang) dan pendarahan arteri
- Penyakit jantung iskemi = kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke
   jantung --- penurunan ini biasanya akibat menyempitnya arteri koroner, yang
   menghambat aliran darah.
- Gagal ginjal ( penyakit ginjal tahap akhir) = kondisi dimana ginjal tidak dapat menyaring
   dan mengekskresi produk yang harus dibuang tubuh.
- Kalium = suatu elektrolit yang digunakan untuk membuat energi untuk semua otot,
   termasuk otot jantung.
- Proteinuria = adanya protein di urin – dapat menunjukkan adanya penyakit atau
   kerusakan ginjal.
- Stroke = terganggunya suplai darah ke otak, mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
   Ganguan dapat disebabkan oleh gumpalan yang menghambat aliran darah, atau oleh
   pendarahan dalam otak dari pecahnya pembuluh darah.
- Tekanan darah sistolik = kekuatan tekanan darah tertinggi terhadap dinding arteri
   sewaktu jantung berkontraksi.