Tampilkan postingan dengan label Pisang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pisang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Amankah Pisang Karbitan Dikonsumsi?

Makalah Kita Semua - Info Pola Hidup Sehat Kita Semua - Amankah Pisang Karbitan Dikonsumsi? Pisang juga Berkasiat Menurunkan Risiko Leukemia. Pisang yang dipanen secara tradisional biasanya dipanen saat sudah mulai penuh sisirannya. Lalu, ditebang dan dibiarkan di suhu ruangan. Namun, pisang yang dibiarkan matang seperti ini, matangnya seringkali tidak sama.

Ada dua cara agar pisang cepat masak dan merata matangnya.

Secara Tradisional
Buah pisang diperam dalam tempayan yang terbuat dari tanah liat. Setelah buah dipotong, bentuk sisir dan getahnya sudah kering, kemudian disusun di dalam tempayan dan ditutup dengan kuali, agar udara tidak keluar. Antara tempayan dan kuali diberi tanah liat dan dibakar, agar udara di dalam tempayan menjadi panas, sehingga buah menjadi cepat matang. Lama pemeraman biasanya 2 atau 3 hari.

Dengan karbit 
Pemeraman dengan karbit dapat dilakukan di pohon atau sesudah dipanen. Bila buah masih di pohon, segumpal karbit (kurang lebih 10 g) diletakkan di antara sisir pisang di bagian tengah. Kemudian tandan pisang dibungkus plastik atau karung dan diikat di bagian atasnya. Beberapa hari kemudian pisang akan matang dengan warna kulit buah kuning.

Bila sesudah dipanen, buah dalam bentuk tandan atau sisir disusun. Pada tiap pojoknya diberi karbit. Karbit dibungkus kertas, dengan perkiraan untuk setiap 1 kg pisang membutuhkan 1 g karbit. Buah pisang kemudian ditutup dengan plastik dan dibiarkan selama 2 hari. Setelah 2 hari tutup dibuka dan buah diangin-anginkan. Dalam waktu 2-3 hari buah akan matang secara serempak.

Karbit (kalsium karbida) adalah senyawa kimia yg bila bereaksi dengan uap air di udara akan menghasilkan gas asetilin. Gas Asetilen ini dapat merangsang proses pemasakan terutama perombakan klorofil (zat warna hijau) menjadi zat warna kuning (karotenoid). Akan tetetapi, pada saat proses perubahan warna tersebut, kemungkinan besar proses perombakan zat pati, pembentukan asam-asam organik dan senyawa volatil (penimbul aroma) tidak berlangsung secara optimal. Alhasil, gula yang memberikan rasa manis dan bau harum khas pisang masak juga belum terbentuk. Karena itu, pisang atau buah yang dikarbit hanya warnanya saja yang berubah menjadi kuning taip rasanya tidak manis, masih berasa sepat dan aromanya belum kuat.

Amankah pisang hasil karbitan tadi dikonsumsi? Menurut dosen Teknologi Pascapanen Hultikultura, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, karena bisa menguap, zat asetilen atau karbit juga bisa dicuci dengan air, sehingga tidak sampai meresap ke dalam daging pisang.

Yang sering ditimbulkan dalam proses ini adalah munculnya bercak hitam di pisang yang mengakibatkan warna pisang tidak menarik. Pisang Karbitan itu tidak berbahaya. Untuk menghindari bercak hitam, saat meletakkan karbit jangan sampai menyentuh pisang. Karbit berasal dari bahan kimia yang dapat menghasilkan energi panas.

Cara ini akan menghasilkan pisang yang lembek dan kulitnya cepat jelek. Namun, pisang yang dikarbit tetap aman untuk dikonsumsi. Tidak mempengaruhi kadar gizi dan mutunya. Memang ada beberapa negara melarang penggunaan karbit. Tapi, pelarangan ini lebih karena gas asetilen ini gampang meledak.

Sumber:
intisari-online.com

Tag:
Amankah Pisang Karbitan Dikonsumsi? cara agar pisang cepat masak dan merata matangnya, Pisang Karbitan itu tidak berbahaya



View the original article here



Peliculas Online

Pisang Menurunkan Risiko Leukemia

Makalah Kita Semua - Info Hidup Sehat Kita Semua - Pisang Menurunkan Risiko Leukemia. Pisang (Musa paradisiaca), siapa tak kenal? Buah tropis ini menjadi buah penting di dunia. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, suatu kawasan dengan keanekaragamannya yang sangat tinggi. Namun, nama Musa diambil dari dokter kerajaan di zaman Kaisar Romawi Octavius Augustus pada 63 - 24 SM.

Ada banyak jenis pisang. Di Indonesia saja ada 300 kultivar. Akan tetapi, pada hakekatnya buah pisang dibagi atas dua kelompok besar: langsung bisa dimakan dan perlu diolah dulu. Yang pertama contohnya pisang ambon, pisang raja, atau pisang barangan. Sedangkan kelompok kedua adalah pisang tanduk.
Ada masyarakat yang menggunakan pisang sebagai buah pencuci mulut, ada pula yang menjadikannya sebagai makanan pokok, seperti di banyak negara Afrika, juga sebagian daerah di Papua dan Papua Nugini. Di Jakarta cobalah sate domba di seputaran Tanahabang dan jangan kaget melihat pisang tanduk rebus dijadikan menu pengganti nasi. Tak mengherankan kalau konsumsi pisang di benua Afrika sangat tinggi. Di Uganda misalnya, konsumsi pisang per kapita mencapai 243 kg/tahun. Bandingkan dengan konsumsi penduduk Indonesia yang hanya 5 kg/tahun/jiwa.

Pisang ternyata telah menjadi bagian dari diet manusa sejak ratusan tahun silam. Penelitian fosil di Papua Nugini menunjukkan adanya domestikasi dan budidaya tanaman ini lebih dari 10.000 tahun yang lalu.

Mirip dengan pohon kelapa, pohon pisang multifungsi. Mulai dari akar untuk obat-obatan, batang untuk rakit dan tali temali, daun untuk pembungkus, dan tentu saja buahnya. Bahkan campuran pisang muda dan sabun colek bisa digunakan untuk menambal tangki bensin yang bocor seperti diceritakan di buku A Gecko for Luck karya Horst H Geerken.

Selain kandungan karbohidrat yang tinggi, pisang juga kaya akan vitamin (A, B1, B2, B6, dan C), serta mineral (potasium dan sodium) dengan kadar lemak rendah. Karena rendah kadar lemaknya, buah pisang merupakan buah yang banyak disarankan bagi orang tua dan mereka yang berbobot super.

Vitamin A bermanfaat untuk kesehatan mata. Vitamin B1 (tiamin) berperan dalam reaksi-reaksi penghasil energi. Kekuarangan tiamin dapat menyebabkan polyneuritis akibat terganggunya transmisi syaraf yang kekurangan energi. Vitamin B2 (riboflavin) dan B6 berperan penting dalam proses metabolisme tubuh. Kekuarangan riboflavin bisa menyebabkan gejala kulit rusak, saraf motorik terganggu, juga kelainan pada darah.

Sementara vitamin B12 merupakan vitamin yang sangat komplek molekulnya dan berperan dalam menjaga agar sel-sel tubuh kita berfungsi secara normal, terutama saluran pencernaan, sistem urat saraf, dan sumsum tulang. Sedangkan vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam penangkapan senyawa radikal bebas penyebab penuaan serta munculnya sel-sel kanker.

Kalium yang dimiliki pisang dengan kadar tinggi (yakni 400 mg dalam 100 g pisang matang) merupakan salah satu mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Begitu juga dengan magnesium yang selain dapat membantu menurunkan tekanan darah juga mencegah denyut jantung tidak teratur. Sementara itu kromium dalam pisang merupakan suatu mikronutrisi untuk mendorong aktivitas enzim dalam metabolisme glukosa untuk energi dan sintetsis asam lemak dan kolesterol.

Daging pisang sangat lembut serta mengandung lemak dan minyak sehingga menjadikan buah ini mudah untuk dicerna tanpa menimbulkan banyak masalah, sehingga mampu melapisi dinding usus dan berfungsi sebagai alat antiradang yang bersifat mempercepat penyembuhan. Pisang juga mampu melapisi, menyejukkan, dan menyembuhkan peradangan lambung yang serius. Makanya tak mengherankan jika dokter spesialis anak selalu menyarankan pisang sebagai buah pertama yang dikenalkan pada bayi saat mereka mulai bisa dikenalkan pada makanan padat.

Penelitian seorang epidemiologis dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisangnya dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur 2 tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukimia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA dan menurunkan peluang mutasi.

Nah, itulah Segelintir Rahasia Khasiat Pisang, terutama Pisang Menurunkan Risiko Leukemia. Jadi, sudahkan Anda makan pisang hari ini?

Sumber:
intisari-online.com

Tag:
Pisang Menurunkan Risiko Leukemia, Tangkal Leukemia dengan pisang, Segelintir Rahasia Khasiat Pisang, Pisang mampu melapisi dinding usus, Pisang berfungsi sebagai alat antiradang Usus dan lambung, Pisang menyembuhkan peradangan lambung yang serius. Pisang Buah Pertama Bagi Bayi.



View the original article here



Peliculas Online